LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD menyebut kelompok
Irjen Ferdy Sambo dalam tubuh Polri membuat pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J berjalan lambat. Kelompok eks Kadiv Propam Polri disebut memiliki pengaruh besar layaknya sub-Mabes.
Mahfud menilai kelompok
Sambo di tubuh Polri layaknya sebuah kerajaan. Bahkan, Sambo sendiri sebagai Kepala Divisi Propam memiliki otoritas yang luar biasa besar sehingga mampu menghalang-halangi penyelidikan dan penyidikan kematian Brigadir J.
“Karena ini tidak bisa dipungkiri, ini ada kelompok
Sambo sendiri yang seperti menjadi kerajaan sendiri di dalam Polri, seperti sub mabes lah yang sangat berkuasa, kelompok ini yang menghalang-halangi,” kata Mahfud dalam kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored, dikutip pada Kamis (18/8/2022).
Baca Juga: Kejagung Siapkan 30 Jaksa Kawal Kasus Pembunuhan Brigadir J
Mahfud menjelaskan,
Sambo dengan otoritasnya memiliki cengkeraman kuat untuk mengendalikan para bawahannya. Pangkat bintang dua Sambo sebagai Kepala Divisi Propam pun bahkan membuat gentar jenderal bintang tiga.
"Kan pada takut juga yang saya dengar, bintang tiga pun enggak bisa lebih tinggi dari dia. Meskipun secara struktural iya," kata Mahfud.
Mahfud menjelaskan, Divisi Propam Polri bisa memeriksa dan memberi sanksi kepada personel yang dinilai telah melanggar etik. Hal itulah yang membuat Ketua Divisi-nya begitu berkuasa.
Baca Juga: Dukung Kapolri Bersih-bersih Internal, Sejumlah Masyarakat Bagikan Ribuan Mawar
“Kadiv Propam itu punya kekuasaan yang besar. Sebagai divisi ada deputi-deputinya, semua di bawah kekuasaannya. Yang memeriksa, menyelidiki, mengeksekusi, memecat ini, semua harus persetujuan Pak Sambo, tunggal," papar Mahfud.
Menurut Mahfud, itulah mengapa proses pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J sangat runyam pada awal-awalnya. Kapolri sendiri sebagai pucuk pimpinan kepolisian sulit bergerak bila tidak melakukan perubahan jabatan di internal kepolisian.
“Jadi kenapa Kapolri itu tidak selalu mudah menyelesaikan masalah meski secara formal menguasai, tapi di situ ada kelompok-kelompok yang menghalangi, termasuk kasus ini kan, disembunyikan dari Kapolri oleh orangnya Sambo sehingga terasa lambat,” kata Mahfud.
(jqf)