LANGIT7, Jakarta -
Komnas Perempuan menegaskan trauma yang dialami istri
Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) tidak dibuat-buat. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
"Dari penyataan LPSK, sudah terkonfirmasi bahwa Ibu Putri memang mengalami depresi dan PTSD (gangguan stres pascatrauma). Jadi trauma yang dialaminya bukan mengada-ada," kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/8/2022).
Baca Juga: Komnas Perempuan Minta Publik Tak Berspekulasi Soal Putri CandrawathiSiti mengatakan pihaknya merekomendasikan PC untuk mendapatkan penanganan dari tim yang komprehensif. Dengan penanganan yang benar, kata dia, dapat membantu Putri untuk pulih sehingga dapat memberikan kesaksian.
"Sedari awal kami merekomendasikan agar
Ibu Putri ditangani tim yang komprehensif yang terdiri dari psikiater, psikolog klinis dan tenaga kesehatan untuk membantunya pulih dan dapat memberikan kesaksiannya. Karenanya, proses dan cara permintaan keterangan Ibu Putri tidak boleh memperburuk dampak yang dialaminya," ucap Siti.
Selain itu, Komnas Perempuan juga terus memantaau keadilan dan pemulihan terhadap PC. Dalam hal ini, Komnas Perempuan juga meminta
Bareskrim Polri memberikan ruang yang nyaman untuk Putri jika diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.
Baca Juga: Rekaman CCTV Perlihatkan Istri Sambo Terlibat Pembunuhan Berencana Brigadir J"Komnas perempuan akan melakukan pemantauan bagaimana proses keadilan dan pemulihan ibu P terkait dengan pemeriksaan di Bareskrim. Komnas Perempuan akan memasstikan pemeriksaan itu dilakukan misalnya di ruang pelayanan khusus, diutamakan diperiksa oleh penyidik perempuan yg memiliki perpsektif dan kompetensi untuk penangan kasus pelecehan atau perempuan yang berhadapan dengan hukum," ujar Siti.
Sebelumnya, LPSK melakukan pemeriksaan medis dan
psikologis terhadap Putri Candrawathi. Hasil pemeriksaan, LPSK mendapatkan hasil bahwa PC memiliki tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa.
"Pemohon telah menjalani pemeriksaan medis termasuk psikiatri, termasuk psikologis, oleh LPSK pada 9 Agustus 2022. Dari hasil pemeriksaan dan observasi didapatkan kumpulan tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa," kata Wakil Ketua LPSK Susilaningtias dalam konferensi pers di kantornya, Senin (15/8/2022).
Baca Juga:
5 Tipu Muslihat Ferdy Sambo Kaburkan Fakta Pembunuhan Brigadir J
Muncul ke Publik, Istri Ferdy Sambo Sampaikan Hal Ini
Komnas HAM Batal Periksa Putri Candrawathi, Ini Alasannya(asf)