Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home sosok muslim detail berita

Mengenal Cheng Ho, Sang Ahli Geografi Muslim Berpengaruh di Dunia

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 20 Agustus 2022 - 07:01 WIB
Mengenal Cheng Ho, Sang Ahli Geografi Muslim Berpengaruh di Dunia
Laksamana Cheng Ho, penjelajah Muslim yang memiliki pengaruh besar di dunia. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, - Jakarta - Kita semua tidak asing dengan nama-nama penjelajah dunia seperti Marco Polo, Ferdinand Magellan, Vassco da Gamma, Colombus dan sejumlah nama lain.

Di sekolah nama-nama penjelajah barat seringkali dikenalkan guru pada muridnya. Padahal, sebelum itu penjelajah dari timur seperti Ibnu Batutah, Ibnu Majid, Syamsuddin Abu Abdullah al-Moqaddasi, Ibnu Fudhlan, Ibnu Jubayr, Abu Bakar Kedua (Raja Mali), Piri Reyes dan banyak penjelajah Muslim sudah melalang buana terlebih dulu.

Sayangnya, belum banyak sekolah yang mengenalkan nama-nama penjelajah muslim ini pada anak didiknya. Di mana kedudukan Islam sangat penting dalam peradaban dunia.

Baca juga: Pesona Masjid Cheng Ho, Tempat Ibadah Sekaligus Destinasi Wisata Religi di Palembang

Salah satu penjelajah Muslim yang patut kita kenal adalah Laksamana Zheng He atau Cheng Ho. Dia adalah seorang kasim, pelaut, penjelajah,diplomat, dan laksamana armada Hui selama awal dinasti Ming di Tiongkok.

Dalam sejarah dunia, Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai penemu benua besar, Amerika dan Australia sebelum Colombus.

Lahir pada abad ke-14 di wilayah Yunnan dari keluarga Hui, etnis Tionghoa Muslim. Memiliki nama lahir "Ma He", di mana di China, penggunaan "Ma" sebagai kependekan dari "Muhammad".

Dibesarkan sebagai seorang Muslim, Ma He mempelajari ajaran Islam dan menghafal Alquran sejak usia dini. Ayah dan sang kakek, yang telah menunaikan ibadah haji, memiliki dampak besar pada Cheng Ho muda.

Selain pendidikan agama, Cheng Ho dibesarkan dalam dua bahasa ibu, Arab dan China.

Ketika Ma He berusia 10 tahun, tentara Dinasti Ming menangkapnya dalam serangan militer di Yunnan. Dia pun diminta untuk melayani Pangeran Yan dan putra ke-4 kaisar pendiri Dinasti Ming, Zhung Di hingga keduanya bersahabat.

Di sinilah kecerdasan, kebijaksanaan, dan kemampuan kepemimpinan Ma He menjadi terlihat. setelah melalui banyak pertempuran, Ma He pun kemudian menjadi komandan militer paling kuat di Tiongkok.

Baca juga: Masjid Cheng Hoo Makassar, Duet Tiongkok dan Timur Tengah Gaya Modern

Bahkan pada 1404, Kekaisaran baru menganugerahinya sebagai "komando tertinggi Badan Rumah Tangga Kekaisaran". Zhu Di pun memutuskan untuk mengganti nama Ma dan memberinya gelar baru: Zheng sebagai simbol kehormatan kekaisaran. Sejak saat itu Ma He menjadi 'Zheng He'.

Kemudian pada 1405-1433, Cheng Ho memimpin 7 ekspedisi maritim besar, dari Laut Cina Selatan ke pantai timur Afrika, melewati Samudera Hindia, Teluk Persia dan Laut Merah.

Dia mengunjungi lebih dari 30 negara Asia dan Afrika dan belajar banyak tentang budaya dan kepercayaan mereka. Ada yang mengatakan bahwa dalam salah satu ekspedisinya ia juga menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

Pelayaran Cheng Ho yang paling spektakuler dan penting adalah yang ke-4 dengan 30.000 anak buahnya, yaitu ke Arab (melalui Hormuz, Aden, dan Laut Merah).

Namun, setelah kematian Kaisar Zhu Di pada tahun 1424, Kaisar baru (Hongxi), segera menghentikan semua ekspedisi maritim. China menjadi negara yang terisolasi sendiri selama 100 tahun mendatang.

Dalam setiap ekspedisi yang dilakukannya, Cheng Ho selalu mengajak masyarakat sekitar memeluk agama Islam. Di Indonesia, meski sudah mengenal Islam berkat pedagang Arab dan India, Cheng Ho secara aktif mendukung pertumbuhan Islam di Indonesia.

Baca juga: Laksamana Cheng Ho, Pengembara China Muslim yang Diabadikan di Tanah Jawa

Dia pun mendirikan komunitas Muslim Tionghoa di Palembang, Jawa, Semenanjung Malaya, dan Filipina. Tugas mereka adalah menyebarkan Islam di sekitar wilayah tersebut untuk membangun masjid dan memberikan layanan sosial lainnya yang dibutuhkan komunitas Muslim setempat.

Setelah kematiannya, Muslim Tionghoa di Asia Tenggara melanjutkan karya Cheng Ho dengan cara yang berbeda. Di mana aksi ini membawa lebih banyak orang masuk Islam di Asia Tenggara dan memperkuat komunitas Muslim yang berkembang di Indonesia, Malaysia, Filipina.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan