Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home masjid detail berita

Ustadz Abdul Somad: Salat Tanpa Niat Hukumnya Tidak Sah

Muhajirin Senin, 22 Agustus 2022 - 13:15 WIB
Ustadz Abdul Somad: Salat Tanpa Niat Hukumnya Tidak Sah
Ustadz Abdul Somad (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Abdul Somad (UAS) menegaskan, salat yang dikerjakan tanpa didahului niat maka salat tersebut batal. Itu karena niat menjadi pangkal semua amal dan menjadi penentu tujuan ibadah seseorang.

“Apa hukum salat tidak pakai niat? salatnya enggak sah,” kata UAS dalam bedah buku 99 Tanya Jawab Seputar salat di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2022).

Hal itu berdasarkan hadits dalam Kitab Arbain An-Nawawi:

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR Bukhari-Muslim).

Baca Juga: Apa Hukum Perempuan Salat Jamaah di Masjid? Ini Penjelasan UAS

Kendati begitu, tidak semua niat harus diucapkan di lisan atau dikatakan dibibir. Niat, kata UAS, hanya berada di dalam hati saja. Dari sini muncul satu hukum baru terkait melafalkan niat. Menurut UAS, bacaan niat yang sering dibaca sebelum salat tidak masuk dalam kategori niat.

“Itu bukan niat, itu Lafal niat. Niat itu letaknya di dalam hati. Tidak ada suara, tidak berbunyi. Jika ada orang yang tidak melafalkan niat bukan berarti dia tidak berniat, karena niat ada di dalam,” kata UAS.

Bukan berarti lafal niat tidak diperbolehkan. Lafal tersebut diucapkan untuk memantapkan hati atau memperkuat niat yang diucapkan dalam hati. Banyak kasus orang buru-buru masuk ke dalam masjid karena ketinggalan jamaah, maka orang tua melafalkan niat untuk menegaskan niat dalam hati.

Baca Juga: Hikmah Bawa Anak ke Masjid, Rumah Allah tak Akan Pernah Sepi

Syekh Abu Bakar al-Jazari menyebutkan dalam al-Fiqh ‘ala al-Madzahib Al-Arba’ah, sesungguhnya yang dianggap dalam niat itu adalah hati, ucapan lidah bukan niat. Akan tetapi (Lafal niat) membantu untuk mengingatkan hati, kekeliruan pada lidah tidak memudharatkan selama niat hati benar.

Hukum ini disepakati kalangan mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali. Mazhab Maliki dan Hanafi berpendapat, melafazkan niat tidak disyariatkan dalam salat, kecuali jika orang yang salat itu was-was.

Mazhab Maliki berpendapat, melafalkan niat itu bertentangan dengan yang lebih utama bagi orang yang tidak was-was, dianjurkan melafadzkan niat bagi orang yang was-was. Mazhab Hanafi berpendapat, melafalkan niat itu bid’ah, dianggap baik untuk menolak was-was.

“Adakalanya orang ucapkan dulu baru hatinya connect, tapi adanya kala tidak langsung niat dalam hati dan salat. Tergantung masing-masing,” kata UAS.

Baca Juga: Golongan Orang yang Paling Dekat Allah SWT, UAS: Mereka yang Selalu Bersujud

Lalu, kapan waktu berniat salat?

UAS mengutip pendapat empat mazhab. Dia mengatakan, tiga mazhab sepakat yakni mazhab Maliki, Hanafi, dan Hanbali bahwa sah hukumnya jika niat mendahului takbiratul-ihram dalam waktu yang singkat.

Sedangkan mazhab Syafi’i, niat mesti beriringan dengan takbiratul-ihram, jika ada bagian dari takbiratul-ihram yang kosong dari niat, maka salat itu batal.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)