LANGIT7.ID, Jakarta - Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada menciptakan terobosan baru dengan membuat buku pintar yang dinamai Spicestory. Inovasi ini bakal meningkatkan minat baca anak.
Hal itu didasari dari rendahnya minat baca pada anak di Indonesia. Di mana Organisasi Pendidikan Dunia, UNESCO menyebutkan, Indonesia berada di urutan kedua dari bawah soal
literasi dunia.
Disebutkan bahwa
minat baca masyarakat hanya di angka 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.
"Buku Spicestory sendiri adalah satu set produk edukasi yang memiliki beragam keunikan dan keunggulan, sebagai buku pintar yang dinamakan smartbook dan smell sensory kit," kata ketua kelompok mahasiswa, Sania Sita Dewi, dikutip laman UGM, Rabu (24/8/2022).
Baca Juga: Bedah Buku Kiai Milyarder tapi Dermawan, Ulas Sisi Lain KH AsepSmartbook itu, jelas Sania, memiliki keunggulan berupa alur cerita yang berisi informasi seputar rempah yang dilengkapi dengan audio dan video edukasi. Juga disertai permainan yang menantang anak-anak.
Paket Spicestory juga dilengkapi dengan smell sensory kit, yaitu permainan berupa serbuk rempah kering yang dapat melatih kemampuan indera anak dalam mengenal rempah.
"Pengenalan jenis rempah pada anak ini berawal dari ketertarikan mengenalkan aneka rempah kepada anak-anak sedari dini," jelasnya.
Buku Spicestory dilengkapi dengan sentuhan digital, lengkap dengan kode QR untuk mengakses sejumlah fitur tambahan. Sehingga dapat meningkatkan ketertarikan anak dengan rempah juga membuat mereka betah dalam mengikuti alur cerita.
Dia berharap, ide menggabungkan buku dan permainan dapat menjadi sebuah kombinasi tepat untuk meningkatkan minat baca pada anak.
"Kami menginginkan sebuah produk yang disukai anak-anak yang sekaligus dapat memperkenalkan mereka terhadap rempah,” jelasnya.
Buku Spicestory ini digarap oleh empat mahasiswa UGM yang tergabung dalam tim. Keempat mahasiswa itu adalah Sania Sita Dewi dan Durrotun Nabilla dari Fakultas Pertanian, Dewi Amallia dari Fakultas Psikologi, dan Lazuardi Choiri Imani dari Fakultas Ilmu Budaya.
Keempatnya memiliki gagasan untuk meningkatkan minat baca anak dengan menghadirkan akses terhadap buku yang menarik bagi anak. Untuk itu, mereka mencoba menghadirkan sebuah paket produk edukasi yang dinamai Spicestory.
(bal)