LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk hemat air saat
berwudhu. Adapun takaran air Nabi SAW dalam sebuah hadis tak lebih dari satu mud atau sekitar 1/2 liter.
Hal ini tegaskan dalam hadis: "Nabi shallallahu alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha sampai lima mud (air)." (HR Bukhari dan Muslim).
Bila dihitung dengan
takaran air saat ini, satu sha sama dengan empat mud. Satu mud kurang lebih 1/2 liter atau kurang lebih memenuhi dua telapak tangan orang dewasa.
Baca Juga: Berikut 6 Rukun Wudhu Dalam Kitab Safinatun Najah Mazhab Syafi'iPara ulama memang memiliki perbedaan pendapat mengenai masalah ini. Sebagian menilai, satu sha bukan lah batas minimal yang diharuskan, tapi hanya batasan air yang diperlukan untuk berwudhu.
Namun bukan tidak boleh juga berwudhu atau mandi melebihi takaran 1/2 liter air. Sebab hadis ini hanya bersifat sebagai anjuran agar umat Islam tidak bersifat boros dalam penggunaan air.
Dosen Universitas Ahmad Dahlan, Rahmadi Wibowo mengatakan, air memang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusi, salah satunya untuk bersuci ketika akan salat menghadap Allah SWT.
"Karena air sebagai sumber kehidupan, maka kita harus gunakan air itu seefisien mungkin. Bahkan ketika wudhu, mencuci pakaian, mandi, jangan dihambur-hamburkan dan jangan boros," ujar dia.
Seorang muslim memang harus bijak memanfaatkan air, termasuk dalam berwudhu. Jangan sampai membuka keran lebar-lebar, sehingga air terbuang begitu saja.
Dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas, Nabi SAW pernah menegur Sa'ad yang sedang beruwdhu. Rasulullah berkata: "Pemborosan apa pula ini wahai Sa'ad?"
Sa'ad berkata, "Apakah ada pemborosan dalam penggunaan air?" Beliau bersabda, "Ya, meskipun kamu berada di atas sungai yang mengalir," (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
(bal)