LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 2 tanda
akhir zaman yang terlihat di era sekarang. Mirisnya kondisi tersebut dapat dirasakan di lingkungan sekitar, dilakukan orang-orang terdekat.
Penceramah
Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan, tanda-tanda akhir zaman itu terdapat dalam hadis. Tepatnya pada referensi musnad Imam Ahmad ibn Hambal.
Berikut UAH ungkapkan tanda-tanda akhir zaman yang sudah tampak bahkan di lingkungan terdekat:
Baca Juga: Kiai Idrus: Pesantren Benteng Umat Islam di Akhir Zaman1. Gerakan eksklusivismeEksklusivisme adalah sebuah cara pandang yang mengkhususkan sesuatu di semua aspek. Semisal dalam pergaulan, ada kelompok yang enggan bertegur sapa maupun berbaur bahkan dengan golongannya sendiri.
"Misalnya kalau mengaji ada yang khusus kelompok tertentu, dan tidak bisa campur dengan yang lain," kata dia dalam penggalan kajiannya, dikutip Kamis (25/8/2022).
Mirisnya, lanjut dai 37 tahun ini, saking eksklusifnya sampai-sampai mengucap salam pun tidak dilakukan. Padahal kepada sesama umat Islam.
"Kalau dulu saya naik angkot suka ucap 'Assalamualaikum' maka seluruh penumpang menjawab salam. Kalau sekarang yang mengucap 'Assalamualaikum' biasanya disertai dengan membawa kotak amal," ujarnya.
Menurut dia, gerakan eksklusivisme bakal berdampak pada menurunnya tingkat silaturahmi antarsesama muslim.
2. Model berdagangDewasa ini semakin banyak produk dan jenis dalam transaksi jual-beli. Itu juga yang disebutkan Rasulullah SAW sebagai salah satu tanda akhir zaman.
Seperti disebutkan Nabi SAW, bahwasannya tanda akhir zaman adalah sudah terdapat banyak cara untuk mengakses perdagangan.
"Kalau dulu harus naik kendaraan ke pasar untuk membeli sesuatu. Kini tinggal buka smartphone, tinggal klik lalu datang sendiri barang yang diinginkan," ungkapnya.
Dampaknya yaitu melahirkan banyak peluang berdagang. Pada akhirnya, urusan dagang yang biasa dikerjakan laki-laki atau suami akan turut melibatkan istrinya.
"Istri mau berniaga silakan, tapi yang jadi persoalan adalah ketika sudah mulai merasa sukses, baik, dan seterusnya. Lalu istri merasa melebihi suami dan di situlah kemudian mengambil tanggung jawab nafkah dalam kehidupan rumah tangga dan muncul masalah," tambahnya.
(bal)