LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 jenis
toxic relationship yang kerap terjadi dari orang-orang sekitar. Kondisi ini bukan hanya berasal dari orang tak dikenal, bisa jadi sahabat dekat.
Psikolog Klinis, Analisa Widyaningrum menjelaskan, menjalin hubungan apa pun dengan orang toxic disebut toxic relationship. Orang-orang toxic ini bisa ditemukan di banyak lembar kehidupan.
"Sayangnya, hubungan ini tidak pernah diharapkan dan tidak terkadang juga tidak bisa dihindari. Mereka yang toxic ini biasanya menjadi tipikal orang tertentu yang kadang menjengkelkan," kata dia dikanal YouTube Analisa Channel dikutip Kamis (25/8/2022).
Baca Juga: Toxic Parenting, Orang Tua Ternyata Bisa 'Durhaka' Pada AnakBerikut jenis
orang-orang toxic yang banyak ditemui pada banyak sisi kehidupan:
1. Media sosial Mereka biasa ditemui di media sosial, dan kebanyakan adalah orang yang tidak memiliki hubungan dekat. Toxic di media sosial kerap terjadi dari postingan atau komentar orang-orang toxic itu.
"Postingan mereka di media sosial tidak sedikit yang irritating atau menjadi toxic untuk hidup kita," katanya.
2. OrangtuaMenurutnya, tidak jarang orang tua menjadi toxic bagi anaknya. Bahkan juga bila anak mereka sudah punya anak.
"Hubungan orang tua dengan anak juga dipengaruhi banyak faktor. Seperti pola asuh turunan dari orang tua zaman dulu yang mungkin otoriter ataupun unsupportive," katanya.
3. Rekan kerjaTerkadang masalah yang dikeluhkan di kantor bukan karena soal beban kerja atau gaji, tapi juga rekan kerja yang toxic. Orang-orang ini cukup menjengkelkan karena kerap kali mengganggu kondusivitas kerja.
"Paling tidak enak lagi bila mereka dalam satu divisi. Statement mereka ini selalu menjatuhkan, cara kerja juga tidak sehat, dan suka cari muka ke atasan biar cepat naik jabatan," ungkapnya.
4. SahabatOrang terdekat atau bahkan sahabat sekalipun ternyata bisa menjadi orang toxic. Hal ini terjadi karena proses hidup yang memang telah berbeda dari sebelumnya.
"Akhirnya, kita harus bisa menciptakan lingkungan yang memang membuat kita bisa sehat secara mental," ujarnya.
5. Orang baruToxic relationship yang cukup sering ditemui adalah orang baru. Di mana mereka mulai sotoy (sok tahu) tentang hidup orang yang bahkan mereka tidak kenal.
"Jadi setiap bertemu orang baru mereka bawaannya sudah mau menyudutkan atau menyalahkan kita," katanya.
(bal)