LANGIT7.ID - , Jakarta - Kecanggihan teknologi membawa kemudahan bagi kehidupan masyarakat modern. Namun layaknya pisau bermata dua, teknologi juga bisa menimbulkan masalah baru yang dikenal dengan istilah
cyber crime.Sebagai informasi,
cyber crime merupakan kejahatan dunia maya yang dilakukan oleh
peretas (hacker) menggunakan jaringan komputer. Kejahatan online ini biasanya membutuhkan
koneksi internet agar dapat mencuri data, baik informasi pribadi akun media sosial hingga perbankan.
Baca juga: 85.000 Data Pegawai Kemenkumham Diduga Bocor dan DiperjualbelikanJika peretas berhasil mendapatkan informasi dari korbannya maka terbukalah akses mereka untuk melakukan kejahatan lainnya. Peretas bisa saja menarik uang tanpa persetujuan korbannya, menjual data pribadi, hingga melakukan
penipuan.
Supaya peretasan tak terjadi, berikut tips melindungi data pribadi dari
cyber attack, melansir dari Chiper, Senin (29/8/2022).
1. Rutin Perbarui Perangkat Lunak
Baik di ponsel maupun perangkat komputer, Anda harus segera memperbarui perangkat lunak (software) jika pengembang sudah memberikannya. Perbaruan tersebut biasanya berisi berbagai fitur, termasuk proteksi baru terhadap perangkat.
Ini membantu Anda menutup celah kerentanan pada perangkat yang masih menggunakan perangkat lunak lama.
Baca juga: Kominfo Bantah Beri Sanksi Telkom dan PLN Terkait Kebocoran Data Indihome
2. Gunakan Anti Virus
Perangkat lunak perlindungan atau anti virus (AV) menjadi solusi paling umum untuk melawan serangan
siber berbahaya. Anti virus dipercaya dapat memblokir malware dan serangan berbahaya lainnya yang memasuki perangkat dan membahayakan data.
Gunakan perangkat lunak anti virus dari vendor tepercaya dan resmi. Jangan sesekali menggunakan perangkat lunak anti virus ilegal yang dapat diunduh cuma-cuma.
3. Gunakan Otentikasi Dua Faktor atau Multi-Faktor
Otentikasi dua faktor atau multi-faktor adalah layanan yang menambahkan lapisan keamanan terhadap kata sandi saat identifikasi online.
Adanya fitur keamanan ini, Anda akan diminta untuk memasukkan dua metode otentikasi, seperti Kode Identifikasi Pribadi, kata sandi lain, atau sidik jari.
4. Waspada Penipuan Phishing
Upaya peretasan paling umum adalah phishing. Peretas akan melakukan pengelabuan dengan mengirim situs kepada korbannya berisi tawaran hadiah bernilai besar secara cuma-cuma.
Ketika diklik, situs tersebut meminta korban memasukkan data pribadi, sebagai jaminan untuk mendapatkan hadiah besar. Sayangnya, situs tersebut justru menginfeksi sistem pengguna dengan malware, trojan, atau eksploitasi kerentanan zero-day.
Oleh karena itu, pahami bahwa tidak ada hadiah besar yang akan diberikan secara cuma-cuma.
Baca juga: Data Histori Browsing Pelanggan Indihome Diduga Bocor
5. Jangan Gunakan Wi-Fi Umum
Jangan sesekali menggunakan Wi-Fi publik tanpa menggunakan Virtual Private Network (VPN). Adanya VPN memungkinkan lalu lintas antara perangkat Anda dan server VPN dienkripsi.
Ini berarti jauh lebih sulit bagi penjahat dunia maya untuk mendapatkan akses ke data di perangkat Anda. Gunakan jaringan seluler Anda jika tidak memiliki VPN.
(est)