LANGIT7.ID - , Jakarta -
Ustadz Abdul Somad atau UAS sudah didoakan dan disiapkan untuk menjadi pelayan Allah SWT sejak masih dalam kandungan. Hal tersebut disampaikan UAS melalui podcast Daniel Tetangga Kamu.
"Jadi, ketika ayat itu dibaca oleh ibu saya berarti Ibu saya secara langsung sedang berdoa nanti anakku ini kalau lahir dia akan menjadi pelayan Tuhan," ujar UAS dikutip dari YouTube Daniel Mananta Network, Selasa (30/8/2022).
Baca juga: Ngobrol Bareng Daniel Mananta, UAS Ungkap Makna Rahman dan RahimUAS menceritakan bagaimana saat sang ibu, Siti Rohana, mengandung dirinya sempat mengalami sakit keras. Rohana pun mendatangi sang paman, Syekh Muhammad Ali untuk meminta bantuan.
Syekh Muhammad Ali pun meminta Rohana untuk membaca sebuah ayat. Kemudian Rohana pun membaca tanpa mengerti maksudnya. Ayat yang dimaksud tersebut adalah surat
Ali Imran ayat 35, yang berbunyi,
اِذۡ قَالَتِ امۡرَاَتُ عِمۡرٰنَ رَبِّ اِنِّىۡ نَذَرۡتُ لَـكَ مَا فِىۡ بَطۡنِىۡ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلۡ مِنِّىۡ ۚ اِنَّكَ اَنۡتَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُ
(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (
janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
Baca juga: UAS: Demokrasi Seharusnya Membuka Kebebasan BerpikirAyat tersebutkan menceritakan tentang istri Imran, Hanna yang tengah mengandung Siti Maryam atau Bunda Maria. Dia pun bernazar bahwa anak yang dikandungnya akan menjadi pelayan dan berkhidmat pada Allah.
"Lalu, setelah saya kaitkan ternyata ayat ini sangat bagus dibaca oleh ibu yang sedang mengandung anak karena korelasinya Hanna mengandung seorang anak yang lama rindukan nanti anak ini akan terjaga dan terpelihara," katanya.
Dia melanjutkan, usai Rohana menerima bacaan dari Syekh Muhammad Ali, ia pun langsung beritahu sang ayah, Nurdin (kakek UAS).
Dan Nurdin pun berkata, khusus UAS mereka akan memasukkannya ke sekolah agama. Terkait biaya, ia yang akan menanggungnya.
"Makanya, dari kecil sekolah saya itu sekolah agama," tutur pria kelahiran 18 Mei 1977 ini.
Baca juga: UAS: PT 20 Persen Monarki Berkedok DemokrasiNamun, hal tersebut tidak berlangsung lama sebab sang kakek meninggal dunia. Tetapi karena kasih sayang Allah SWT, UAS tetap bisa menyelesaikan pendidikannya.
"Akhirnya saya bisa kuliah S1 di Al Azhar gratis, S2 di Maroko gratis, S3 saya selesai dan saya memperoleh gelar
profesor dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali,
Brunei Darussalam," imbuhnya.
"Saya ingin percaya itu adalah hadiah dari Tuhan untuk kelembutan hati kakek saya. Karena dia memberikan sesuatu untuk cucunya yang mesti menjadi pelayan Tuhan, maka Allah memberikan balasan. Saya yakin itu," lanjut UAS.
Baca juga: UAS Lebih Suka Dianggap Guru Ngaji atau Ustadz Kampung(est)