LANGIT7.ID, Jakarta - Eks ketua umum PP Muhammadiyah,
Din Syamsuddin, mengkritik langkah pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Din menilai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan biaya lainnya, seperti transportasi dan harga bahan pokok.
Menurutnya, jika hal itu terjadi, maka rakyat akan semakin sengsara dan sulit untuk bangkit pascapandemi. Hal tersebut juga tidak sesuai dengan apa yang didengungkan dalam rangka G-20 (
Recover Together, Recover Stronger atau Bangkit bersama, bangkit lebih kuat).
Baca Juga: Jokowi: Lebih dari 70 Persen BBM Subsidi Dinikmati Kelompok Mampu"Ketakbijakan baru ini menunjukkan secara nyata bahwa pemerintahan Presiden
Joko Widodo adalah rezim yang tidak pro rakyat, tidak peduli terhadap rakyat, dan abai terhadap amanat penderitaan rakyat. Janganlah kalau rakyat tidak bereaksi atau diam itu berarti setuju," kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7.id, Sabtu (3/9/2022).
Din menuturkan bahwasanya sebagian besar rakyat memilih diam karena sudah apatis dan kehilangan harapan. Apalagi jika bangkit melawan dengan demonstrasi akan dihadapi secara represif/dengan kekerasan oleh aparat keamanan, sehingga menimbulkan korban luka-luka bahkan mati.
Jika pemerintah bersimpati dan peduli terhadap rakyat, lanjut Din, seharusnya dapat menempuh cara-cara cerdas. Salah satunya seperti menghentikan pembangunan infrastruktur yang memakan biaya tinggi tapi akhirnya terbengkalai.
Baca Juga: Ekonom: Pengalihan Subsidi ke BLT Tak Menutup Dampak Kenaikan Harga BBM"Bahkan kalau Presiden arif-bijaksana, dia dapat menahan ambisi utopisnya untuk membangun Ibu Kota Baru yang memerlukan dana besar. Juga krisis yang dihadapi bangsa dan negara terakhir ini harus dapat diatasi dengan membasmi korupsi secara serius," ucap Din.
Atas hal tersebut, Din mengimbau kepada rakyat untuk tetap bersabar. Dia pun memahami aksi menentang kenaikan
BBM dengan melakukan unjuk rasa adalah hak sebagai warga negara yang seyogyanya didengar dan diperhatikan oleh pemerintah dan para wakil rakyat.
"Bagi mereka yang pesimis aspirasi rakyat akan didengar dan diperhatikan oleh mereka yang berwajib dan berwenang, tersisa cara ampuh: Berdoalah ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Mendengar. Doa kaum yang dizalimi tak berjarak dengan Allah SWT. Doakan kebenaran akan tiba dan kebatilan akan sirna, Doakan keadilan akan datang dan kezaliman akan tumbang," tutur Din.
Baca Juga:
Harga BBM Naik, Pemerintah Alihkan Subsidi untuk Hal Berikut
Sah! Pemerintah Resmi Naikkan Harga BBM, Ini Daftarnya(asf)