Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ibu Positif Covid-19 Jangan Cemas, Masih Bisa Menyusui Bayi

ajeng ritzki Kamis, 12 Agustus 2021 - 20:23 WIB
Ibu Positif Covid-19 Jangan Cemas, Masih Bisa Menyusui Bayi
Ibu menerapkan protokol kesehatan saat menyusi bayinya Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID - Kendati sedang terinfeksi Covid-19, ibu masih bisa menyusui bayinya. Tentu saja dengan melakukan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Keterangan itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) ASI Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Elizabeth Yohmi

"Tetap ibu dengan suspek, ibu dengan terkonfirmasi Covid-19, ibu dengan gejala ringan, tetap (bisa) melakukan IMD (inisiasi menyusui dini), yang penting tenaga kesehatannya menggunakan alat pelindung diri (APD) Level 3,"kata Elizabeth, dalam seminar virtual dengan tema "Menyusui saat Pandemi: Dukungan untuk Ibu, Perlindungan untuk Keluarga" yang dipantau di Jakarta, Kamis (12/8).

"Ibu menggunakan masker bedah, yang penting bayinya dalam kondisi bugar," imbuhnya lagi.

Menurut dia, kegiatan ibu menyusui bayinya harus dilanjutkan dengan tindakan pencegahan infeksi Covid-19 yang diperlukan. Ibu harus memakai masker saat menyusui atau memerah ASI, lalu mencuci tangan secara efektif selama 20 detik sebelum menyusui.

Tindakan protokol pencegahan berikutnya adalah menjaga ventilasi lingkungan dan kebersihan benda yang disentuh, mencuci pakaian pada suhu 60-90 derajat Celsius dengan detergen, minum banyak cairan, diet seimbang dan tidur teratur.

Pada kondisi klinis ibu dengan sakit ringan/sedang, kemudian keluarga dan tenaga kesehatan memilih mengurangi risiko penularan namun mempertahankan kedekatan ibu dan bayi, maka pemberian ASI perah bisa menjadi opsi. Tapi tetap dengan menerapkan protokol pencegahan penularan infeksi.

Kemudian, imbuhnya, untuk kondisi klinis ibu tidak bergejala/ringan dan atau sarana dan prasarana terbatas, atau tidak memungkinkan perawatan terpisah, maka pemberian ASI bisa dilakukan dengan cara menyusui langsung dengan melakukan protokol pencegahan infeksi.

Baca Juga:

Pakar: Bumil dan Busui Hati-Hati, Lakukan Ini Bila Terpapar Covid-19

Peran Ayah Sangat Penting untuk Mendukung Ibu Menyusui


Dalam keadaan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) ibu tetap bisa menyusui bayinya dengan cara menyusui langsung atau memberikan ASI perah dengan tetap melakukan protokol pencegahan infeksi.

Ibu yang sedang melakukan isoman juga bisa melakukan kontak fisik dengan bayi setelah mencuci tangan dan membersihkan area kulit yang bersentuhan dengan bayi dan tetap menggunakan masker saat merawat bayi.

Bayi yang ibunya sedang melakukan isolasi mandiri bisa mendapatkan ASI donor apabila kondisi ibu tidak memungkinkan untuk menyusui atau memerah ASI. Harus dipastikan ASI donor aman, sehingga tidak ada penularan penyakit melalui ASI donor. Pemberian ASI melalui donor ASI hanya disarankan jika dalam pengawasan tenaga kesehatan.

"Bayi dapat diberikan ASI perah selama Ibu tidak mendapatkan obat-obatan yang dapat keluar dari ASI dan belum terjamin keamanannya bagi bayi," ujarnya.

"Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagaimana komunikasi kita untuk ibu yang mungkin sakit ringan atau tanpa gejala untuk supaya tidak diberikan obat-obat yang bisa mengganggu pemberian ASI kepada bayinya. Jadi perlu sekali komunikasi dokter penyakit dalam yang mengurus ibunya tersebut," tutur Elizabeth.

(Sumber: Antara)

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)