LANGIT7.ID, Jakarta - Ibu hamil (bumil) dan Ibu menyusui (busui) memiliki risiko besar terpapar Covid-19, demikian menurut dr Supriyatiningsih dari Majelis Kesehatan PP Aisyiyah. Risiko lebih berat lantaran bumil rentan jatuh dalam kondisi gagal nafas.
Dokter spesiali obgyn itu menjelaskan, dampak ibu hamil yang terpapar Covid-19 memiliki risiko pada janin. Risiko itu di antaranya kematian pada janin dan persalinan premature menjadi lebih besar.
Hal itu akan menjadi beban ganda, karena bayi yang lahir premature akan menganggu penanganan stunting yang saat ini ingin dipercepat.
Janin yang tertular Covid-19 dari ibu, ungkapnya, biasa terjadi karena ada transmisi darah secara langsung dari ibu ke janin. Meski demikian, sampai saat ini tidak banyak data konkrit yang menunjukkan cara penularan dari ibu ke janin. Jadi, belum tentu bumil yang terpapar virus Covid-19 akan menularkan kepada bayinya
Tidak cuma bumil, ibu menyusui juga memiliki risiko serupa. Ibu menyusui kerap tidak menyadari jika dirinya terpapar Covid-19.
Ketidaktahuan iru membuat ibu menyusui lalai, tidak memakai prokes saat menyusui anak. Itu menyebabkan virus mudah tertular ke anaknya.
“Tapi juga kalau dia mengetahui kemudian dipisahkan, karena wajib isoman, ini pula yang menyebabkan leg dalam pengasuhan. Karena muncul kebingungan bagaimana caranya memberi ASI ketika harus berpisah akibat isoman,” kata dr Supriyatiningsih, dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (9/7/2021).
dr Supriyatningsih menyarankan beberapa solusi untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Pertama, harus ada edukasi yang benar terkait cara mengasuh tanpa melakukan kontak langsung. Namun, namun jika anak masih memerlukan ASI, ibu wajib menerapkan prokes ketat.
"Akan tetapi jika khawatir tetap bisa menularkan virus, ibu yang menyusui baiknya memerah ASI nya untuk menghindari kontak langsung dengan anak," ucap Supriyatningsih.
(arp)