LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menilai, kasus kematian santri di Pondok Modern Darussalam Gontor berinisial AM tidak mengurangi kontribusi pesantren dalam mencerdaskan bangsa.
Gus Yahya menyebut peristiwa di Gontor merupakan kesalahan yang merupakan kebocoran di dalam sistem pengelolaan pesantren. Namun, peristiwa itu sebenarnya bisa dicegah.
"Tapi, lepas dari kesalahan yang ditimbulkan, kita semua tahu bahwa manfaat dan peran yang sangat besar dari pesantren untuk mendidik anak-anak secara nyata dirasakan oleh masyarakat," kata Gus Yahya saat ditemui di The Ritz-Carlton Jakarta, Rabu (6/9/2022).
Baca Juga: Ketum PBNU Dukung Gontor Atasi Kasus Kematian Santri AM
Kontribusi yang telah ditampilkan pesantren dalam mendidik generasi tak bisa dibantah. Atas dasar itu, Gus Yahya yakin masyarakat tetap melihat pesantren sebagai lembaga terbaik dalam mendidik anak-anak.
"Saya yakin bahwa masyarakat masih tetap melihat pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang terpercaya dalam mendidik anak-anak, bukan soal pengetahuan saja, tapi juga soal mental," ucap Gus Yaya.
Gus Yahya meminta semua pengurus pesantren di Tanah Air, terutama pesantren di bawah naungan PBNU, menjadikan kasus Gontor sebagai peringatan. Terutama pesantren yang memiliki ribuan santri.
Baca Juga: Usut Kasus Santri AM, Polres Ponorogo Akui Gontor Kooperatif
Menurutnya, hal utama yang harus dibenahi adalah manajemen pengelolaan santri. Gus Yahya mengakui mengelola ribuan santri bukan hal mudah. Namun semua masalah bisa teratasi jika pesantren mempunyai sistem manajemen yang baik.
"Kita memerlukan suatu cara yang sungguh-sungguh bisa diandalkan untuk mengelolah santri-santri yang tinggal di pesantren. Mudah-mudahan di masa yang akan datang, ini bisa dikelola dengan baik, dan bisa dicegah hal agar tidak terulang," ujar Gus Yahya.
(jqf)