LANGIT7.ID, Jakarta - Kemendikbud-Ristek membuat perubahan bobot penilaian dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Transformasi seleksi masuk PTN itu dilakukan agar lebih adil dan mendorong perbaikan iklim pembelajaran di pendidikan menengah.
Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengaku ingin menghasilkan calon mahasiswa yang semakin kompeten dengan adanya transformasi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Di Jalur SNMPTN berdasarkan prestasi akan dilakukan pemberian bobot minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran. Dengan cara itu, peserta didik diharapkan terdorong untuk berprestasi di seluruh mata pelajaran holistik.
Baca Juga: Nadiem Makarim Hapus Tes Mata Pelajaran di SBMPTN, Ganti dengan Tes Skolastik
Sedangkan, 50 persen sisanya diambil dari komponen menggali minat dan bakat. Itu agar peserta didik terdorong untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka secara mendalam.
“Dengan demikian, peserta didik didorong untuk fokus pada keseluruhan pembelajaran serta menggali minat dan bakatnya sejak dini,” ujar Nadiem dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (7/9/2022).
Tak hanya itu, Kemendikbud-Ristek juga menghapus tes materi pelajaran dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
“Tidak ada lagi tes mata pelajaran. Tes akan diganti dan disederhanakan,” kata Nadiem Makarim.
Menurut Nadiem, tes materi mata pelajaran bisa menyebabkan kesenjangan bagi peserta didik dari keluarga tak mampu yang tak bisa mengikuti bimbingan belajar. Anak dari keluarga mampu bisa mengikuti banyak bimbel seperti bimbel Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
(jqf)