LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid memiliki peran vital turut menjaga harkat dan martabat ummat di bidang ekonomi. Salah satunya dengan menyelamatkan ummat dari jerat rentenir berbasis pinjaman online maupun tradisional.
Deputy Director – Islamic Financial Inklusion Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS), Jamil Abbas mengatakan, upaya masjid dalam menguatkan perekonomian ummat bisa ditempuh dengan menjadi sentra keuangan syariah. Hijrah dari yang tadinya hanya pengguna menjadi penyedia layanan.
“Masjid perlu melibatkan diri dalam keuangan inklusif, yakni menghadirkan dan memastikan setiap anggota masyarakat memiliki akses terhadap berbagai layanan keuangan yang berkualitas,” katanya dalam webinar bertajuk Hijrah Finansial Masjid yang disiarkan Youtube Sahabat Subuh.
Tersedianya layanan keuangan syariah di masjid akan mengakrabkan masyarakat dengan produk finansial syariah. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengakses sumber-sumber pendanaan atau bantuan.
Masjid dapat memberikan layanan keuangan yang tepat, misalnya fasilitas menabung yang kelak dapat membangun budaya berinvestasi. Urgensi lainnya ialah masyarakat bisa memperoleh sumber-sumber pembiayaan yang aman dari masalah.
“Jeratan rentenir baik tradisional maupun pinjol misalnya. Di situlah kita perlu memastikan kalau bisa ummat jangan sampai berutang,” tutur Jamil.
Lewat program KoLaKS (Kolaborasi Layanan Keuangan Syariah), masjid dapat mendirikan Unit Layanan Keuangan Syariah (ULKS) dengan bermitra kepada lembaga keuangan syariah seperti bank, pegadaian, dan fintech berbasis syariah serta LAZ dan wakaf.
Adapun ULKS-nya dapat berupa pembukaan rekening tabungan, penarikan dan transfer dana, pembayaran tagihan, menjadi e-commerce untuk keperluan pulsa,listirk, pengajuan permohonan pembiayaan syariah, hingga pembayara ZIS (zakat, infaq, dan sedekah).
Tak perlu kantor atau bangunan khusus tambahan di area masjid bila lahan atau dana masjid terbatas. Pengelola hanya perlu membentuk sebuah unit dan bisa dikerjakan lewat ponsel ataupun komputer.
“Jadi dengan bermitra bersama bank syariah bisa saja KUR (kredit usaha rakyat) bisa tersalurkan. Dengan demikian banyak produk keuangan syariah dapat diakses, termasuk bantuan sosial maupun komerisal bisa hadir ke masyarakat,” paparnya.
(arp)