Tausiah Selasa Pagi: Hikmah Allah SWT Haramkan Sesuatu
hasanah syakimSelasa, 13 September 2022 - 06:00 WIB
Tausiah Selasa Pagi: Hikmah Allah SWT Haramkan Sesuatu. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam Islam terdapat larangan untuk menjauhkan muslim dari perilaku buruk, salah satu larangannya yakni hukum haram. Hukum ini mendapat dosa besar bila dilakukan, namun akan mendapatkan pahala jika ditinggalkan.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, adanya hukum haram tak lain untuk menjaga kemuliaan seorang hamba-Nya agar tetap terhormat. Sebab ketika hamba itu melakukan perbuatan tersebut, maka akan runtuh kehormatannya di depan Allah dan manusia.
"Misal seseorang korupsi, kenapa dilarang korupsi? Bukan hanya melanggar hukum tapi bisa meruntuhkan kehormatan dan kadang-kadang keruntuhan ini bisa terwariskan," kata UAH dikutip dalam tausiahnya di akun Adi Hidayat Official, Selasa (13/9/2022).
Bahkan hal tersebut akan berdampak sangat panjang dan melibatkan anggota keluarga bila seseorang melakukan tindakan tersebut. Inilah mengapa Allah menurunkan larangan hukum haram.
"Sebab bila seorang ayah melakukan hal tersebut bukan hanya dia yang terkena, anaknya juga akan terkena akibatnya. Seorang bapak yang mencuri anaknya bisa di-bully," jelas Pendiri Quantum Akhyar Institute itu.
Oleh sebab itu, menurut pendiri Quantum Akhyar Institute ini, Allah menurunkan larangan haram berasal dari kata hurma untuk menjaga kehormatan setiap umat-Nya. Demikian hikmah Allah SWT mengharamkan sesuatu untuk manusia.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”