LANGIT7.ID - Ratu Elizabeth II telah mengunjungi 120 negara dan telah melakukan perjalanan sekitar satu juta mil selama 70 tahun. Namun, dia tidak pernah mengunjungi Israel.
Middle East Eye mencatat setidaknya dua alasan sang ratu tidak pernah mengunjungi Israel. Pertama, sang ratu tidak mau mengganggu negara-negara Teluk Arab dan kehilangan kesepakatan perdagangan.
Kedua, daerah tersebut merupakan area konflik antara zionis Yahudi dan rakyat Palestina. Terlebih rakyat Palestina tidak menerima hasil Deklarasi Balfour yang menjadi latar belakang pembentukan negara Israel pada 1948.
Baca Juga: Charles III, Raja Paling Pro Muslim dalam Sejarah Inggris
Deklarasi Balfour merupakan pernyataan terbuka Pemerintahan Inggris pada 1917 saat Perang Dunia I. Pernyataan itu mengumumkan dukungan pembentukan sebuah ‘kediaman nasional bagi bangsa Yahudi’ di Palestina.
Pada 1984, Elizabeth pernah berkunjung ke Yordania, negara yang bertetangga dengan palestina. Sang ratu menyaksikan jet tempur Israel melewati Tepi Barat.
“Betapa menakutkan,” kata sang ratu. Ratu Nour, istri Raja Hussein dari Yordania, menjawab, “Mengerikan.”
Pada kesempatan itu, sang ratu juga ditunjukkan peta lokasi pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat. Ratu Elizabeth mengatakan, “Peta yang menyedihkan.”
Baca Juga: Raja Charles III Pelajari Bahasa Arab karena Ingin Pahami Al-Quran
Pada 2012, manta pemimpin redaksi Haaretz David Landau menulis tentang Ratu Elizabeth. Dia memuji Sang Ratu sebagai penguasa yang luar biasa, berdedikasi, dan bukan boneka siapa-siapa.
"Jika dia ingin mengunjungi negara Yahudi atau meminta salah satu keluarga dekatnya mengunjunginya, dia bisa bersikeras, dan mendapatkan apa yang diinginkannya,” tulisnya.
(jqf)