LANGIT7.ID, Jakarta - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi diduga menghina video tausiyah Ustazah Pondok Pesantren Lirboyo, Imaz Fatimatuz Zahra alias Ning Imaz lewat cuitan akun twitternya. Cuitan tersebut menuai respon negatif dari netizen hingga akhirnya uggahan tersebut dihapus.
Dalam cuitan yang dihapus itu, pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengunggah video ceramah seorang ustazah Lirboyo, pada akun Twitternya @_ekokunthadi dengan keterangan "Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan,".
Meski sudah dihapus, banyak netizen mengunggah ulang tangkapan layar atas blunder cuitan Ketum Kornas Ganjarist itu. Salah satu netizen pun menyanyangkan perbedaan pendapat yang berujung pada hinaan dari Eko Kunthadi.
"Eko Kuntadhi itu beneran ketua Ganjarist ya pak @ganjarpranowo? Kok berani hina Ning Imaz Fatimatuz Zahra, putri KH Kholiq Ridlwan Lirboyo. Seandainya beda pendapat, tp tidak harus mengumpat," tulis akun @MI-24CENTER.
Baca Juga: Gus Nadir Angkat Bicara soal Dugaan Ujaran Kebencian ke Ustazah ImasMendapat respons kurang etis ini, Ustazah Ning Imaz turut buka suara. Dirinya bilang Eko Kuntadhi akan meminta maaf langsung ke Ponpes Lirboyo, Jawa Timur.
"Pihak Eko memang sudah ada i’tikad baik untuk datang ke Lirboyo dan minta maaf secara langsung," ujar Ning Imaz dikutip laman Nu Online, Rabu (14/9/2022).
Hal tersebut pun membuat Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand, Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir angkat bicara lewat cuitan akun twiternya @na_dirs.
"Yang anda posting itu video Ning Imaz dari Ponpes Lirboyo, istri dari Gus Rifqil Moeslim. Beda pendapat hal biasa. Tapi gak usah melabeli dengan kata tolol. Posting saja video aslinya. Bukan yang sudah ditambahi kata-kata tolol. Belajarlah untuk santun dalam perbedaan," ujar Gus Nadir di akun twitternya.
Baca Juga: Maruf Amin Sebut Kiai Dimyati Rois Sosok Ulama KharismatikDi dalam video yang diproduksi oleh NU Online itu, Ning Imaz sedang menjelaskan tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 14. Video tersebut juga diunggah di TikTok NU Online dengan judul thumbnail Lelaki di Surga Dapat Bidadari, Wanita Dapat Apa?
Berikut transkrip penjelasan Ning Imaz terhadap Surat Ali Imran ayat 14 di dalam video yang diunggah Eko Kuntadhi di twitter:
Jadi sebetulnya orientasi kenikmatan tertinggi bagi laki-laki adalah perempuan. Makanya hadiahnya di surga nanti adalah bidadari. Tapi kalau perempuan tidak. Perempuan di surga nanti, kenikmatan tertingginya bukan laki-laki. Makanya tidak ada bidadara, tidak ada. Perhiasan, perempuan itu menyukai perhiasan. Hal-hal yang indah, karena dia sendiri perhiasan dan dia juga menyukai perhiasan. Di surga nanti, perempuan diiming-imingi diberikan perhiasan yang luar biasa dan tidak bisa di-tashawur-kan keindahannya di dunia ini. Hanya bisa diketahui nanti di surga. Karena hal tersebut memang sudah ciptaannya demikian. Laki-laki orientasi tertinggi adalah perempuan. Hanya karena perempuan, laki-laki bisa menghalalkan cara. Betul atau tidak? Di sini laki-laki semua (jawab: betul. Semua tergantung imanmu). Nah ini menunjukkan memang, bahkan nash Al-Qur’an juga begitu. Hubbusy-syahawati minannisa, perempuan dulu ini, wal banin, baru anak-anak. Baru harta dan tahta. Itu memang sudah nash-nya. Itu sebabnya mengapa di surga nanti adanya untuk laki-laki, bidadari, sedangkan untuk perempuan diberikannya perhiasan dan keindahan-keindahan yang lain.Karena orientasi tertinggi bagi perempuan, itu bukan laki-laki. Tapi justru dunia ini. Makanya orientasi tertinggi bagi laki-laki, itu adalah perempuan. Karena dari perempuan, laki-laki bisa menghalalkan segala cara.
Baca Juga: Kiat Memiih Pesantren Ala Gus Yusuf: Sanad Keilmuan Pengasuh Harus Dipahami
(zhd)