LANGIT7.ID, Makkah - Pemakaman Ma'la sangat terkenal di kalangan masyarakat Arab. Di tempat itu, banyak sahabat hingga keluarga dan sahabat Rasulullah yang dimakamkan. Bahkan, ada juga ulama Indonesia yang dikuburkan di tempat tersebut.
Pemakaman Ma'la terbentang di bukit Jabal as-Sayyidah, perkampungan Al-Hujan yang terletak hanya berjarak 1,1 kilometer dari Masjidil Haram, Kota Makkah. Ukuran pemakaman ini tak sebesar al Baqi di Madinah.
Area pemakaman dibatasi oleh dinding batu putih. Keberadaan Jannatul Ma'la sudah eksis jauh sebelum peradaban Islam dimulai di Makkah. Bahkan, pemakaman itu sempat dijadikan area kuburan pribadi anggota keluarga Bani Hasyim hingga masa kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: 3 Ulama Indonesia Pernah Jadi Imam Besar Masjidil Haram
Beberapa keluarga Rasulullah dan sahabat dimakamkan di sana di antaranya Istri Rasulullah, Khadijah, dan dua putra beliau yakni Qasim bin Muhammad dan Abdullah bin Muhammad. Dua anak sahabat Rasul, Abu Bakar As-Shiddiq yakni Abdurrahman dan Asma juga menjadi penghuni Ma'la.
Pemakaman Ma’la memiliki keutamaan yang luar biasa yakni siapapun yang dimakamkan di sana akan masuk surga tanpa hisab. Hal itu termaktub dalam
Mausu’ah al-Hafizh Ibnu Hajar al-Haitami dan
Hasyiyah Muhyiddin Syaikhu Zadah disebutkan sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi Muhammad bersabda:
"Allah akan bangkitkan dari tempat ini (Ma’la) dan dari seluruh tanah Haram 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisab. Wajah mereka bercahaya laksana bulan purnama. Setiap orang dari mereka akan memberi syafa’at kepada 70.000 orang dengan wajah yang bersinar laksana bulan purnama juga.”
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur, KH Ma'ruf Khozin, mengunggah sebuah video saat berada di pemakaman tersebut pada Selasa (13/9/2022). Dia menjelaskan, selain ibunda Khadijah, ada banyak nama sahabat dan ulama salaf yang dimakamkan di Ma'la.
Di tempat itu, KH Ma'ruf Khozin mencari makam-makam ulama asal Indonesia yang memiliki sanad keilmuan sampai ke Tanah Air. Dia memiliki alasan tersendiri mencari keberadaan makam tersebut.
"Sebab kitab-kitab mereka yang kami pelajari, kami ajarkan dan kami lestarikan di Indonesia," tutur KH Ma'ruf Khozin.
Baca Juga: Alasan Ulama Nusantara Bisa Masyhur di Dunia Arab
Di antaranya kitab-kitab Fikih karya Syekh Nawawi al-Bantani yang banyak diajarkan di pondok-pondok Nahdlatul Ulama, seperti
Riyadhul Badiah, Syarah Sullam Taufiq, Tausyiah Syarah Fathul Qarib hingga Tafsir An-Nawawi. Ada juga kitab menengah atas karya Syekh Yasin Al-Fadani seperti
Husnu Shiyaghoh tentang ilmu Balaghah dan
Al-Fawaid Al-Janiyah Syarah Qawaid Fiqhiyyah. Ada juga kitab-kitab
Dalil Amaliah, Mafahim Yajib An Tushahhah karya Sayyid Muhammad Al Maliki, dan kitab yang menjelaskan tahlilan dan zikir suara keras karya Syekh Ismail Al-Yamani Al-Makki.
"Ada makam Syekh Nawawi al-Bantani, Syekh Yasin Al-Fadani, juga KH Maimun Zubair yang wafat 3 tahun lalu. Kesemua ulama yang saya sebutkan di atas dimakamkan di Jannatul Ma'la ini. Mengapa sampai mencari mereka? Sebab hubungan ilmu menjadikan antara guru dan murid sebagai keluarga dalam arti yang luas," kata KH Ma'ruf.
(jqf)