LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat,
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklaim sebagian besar pembangunan sejumlah infrastruktur di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah dimulai sejak kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Ada yang mengatakan, misalnya aman dulu nggak ada
pembangunan infrastruktur yang nyatanya banyak. Itu sudah banyak yang tinggal 70 persen bahkan 90 persen sehingga proyeknya tinggal gunting pita. Setahun gunting pita, masuk akal nggak?," kata AHY dalam Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).
Baca Juga: Demokrat DKI Jakarta Tolak Rencana Kenaikan BBM BersubsidiAHY menyayangkan tidak pernah ada pengakuan atau ucapan terima kasih dari pemerintahan Jokowi kepada
SBY maupun Partai Demokrat yang telah meletakkan fondasi awal. Sehingga sejumlah proyek dianggap prestasi Jokowi hanya dengan menggunting pita.
"Kadang-kadang saya
speechless juga mengatakannya. Tapi kenapa sih, kita tidak kemudian mengatakan, terima kasih telah diletakkan landasan, telah dibangun 70 persen, 80 persen, sehingga kami tinggal 10 persen tinggal gunting pita. Terima kasih Demokrat, terima kasih SBY, begitu," ujar AHY.
Dalam hal ini, AHY menegaskan bahwa
Partai Demokrat juga memiliki kepedulian dalam proses pembangunan infrastruktur. "Jadi jangan dibilang Demokrat tidak peduli infrastruktur," ucap AHY.
Baca Juga: Demokrat Bakal Umumkan Mitra Koalisi di Akhir TahunDi sisi lain, AHY juga menilai banyak orang yang membandingkan masa pemerintahan SBY dengan Jokowi terkait pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, di era kepemimpinan SBY (2004-2014) pertumbuhan ekonomi meningkat 3,5 kali lipat dari 256,4 miliar dollar AS menjadi 890,81 miliar dollar AS.
Sedangkan di pemerintahan jokowi, pertumbuhan ekonomi baru naik 1,3 kali lipat. Dari 890,81 miliar dollar AS menjadi 1.190 miliar dollar AS.
Selain itu, AHY juga menyatakan kepemimpinan SBY mampu menurunkan angka kemiskinan. Dari tahun 2004 hingga 2014, AHY menyebut angka kemiskinan turun 5,8 persen, dari 16,7 persen menjadi 10,9 persen. Sementara di era Jokowi (2014-sekarang), angka kemiskinan baru turun 1,1 persen, dari 10,9 persen menjadi 9,8 persen.
Baca Juga:
Demokrat Apresiasi Koalisi Gerindra-PKB, Didoakan Semoga SolidDemokrat Respons Wacana Duet Anies-AHY di Pilpres 2024
(asf)