Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

10 Adab berbisnis dalam Islam, Ini Kata Pakar Muamalah

mahmuda attar hussein Ahad, 18 September 2022 - 16:30 WIB
10 Adab berbisnis dalam Islam, Ini Kata Pakar Muamalah
Ilustrasi adab berbisnis dalam Islam. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 10 adab berbisnis dalam Islam yang bisa menjadi acuan para pelaku usaha muslim. Tata cara ini disampaikan langsung oleh pakar muamalah Ustadz Oni Sahroni.

Ustadz Oni mengatakan, adab ini perlu diperhatikan guna terhindar dari pelanggaran syariat. Termasuk pada kerugian usaha maupun investasi yang dilakukan.

Berikut 10 adab bisnis dan investasi menurut orang Indonesia pertama peraih gelar doktor di bidang Fiqih Muqarin dari Universitas al-Azhar, Kairo ini:

Baca Juga: Berbisnis dengan Allah SWT, Ini Balasan Bila Suka Berinfak

1. Totalitas, proporsional dan lillah

Totalitas mengais maisyah agar berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan yang diridai Allah SWT, dan merawat komitmen dengan ibadah dan khidmat. Maisyah sendiri berarti mencari penghidupan bersumber dari yang halal sebagai kewajiban bagi seorang Muslim.

2. Bijak dalam bisnis dan berinvestasi

Bisnis dan investasi perlu dilakukan dengan bijak. Sehingga tidak mengganggu porsi keuangan untuk kebutuhan utama, seperti kecukupan dalam rumah tangga.

Baik dalam bisnis maupun berinvestasi, nominal dan jenis investasi harus sesuai dengan perencanaan keuangan pribadi atau keluarga.

3. Mitra amanah dan profesional

Memilih mitra, baik secara personal maupun lembaga harus yang amanah dan profesional. Di antaranya seperti memiliki reputasi yang baik dan berizin operasional.

4. Diawasi otoritas

Legal, artinya berizin otoritas atau tidak bertentangan dengan regulasi yang ada. Sehingga terhindar dari transaksi terlarang, seperti kasus binomo yang sempat dialami sebagian masyarakat.

5. Halal

Ada 3 kategori halal yang dimaksud, antara lain:

Ada usaha riil atau barang yang diperjualbelikan;
Kontrak yang halal, transparan, dan disepakati;
Memilih yang toyyib dan prioritas.

6. Bukan transaksi terlarang

Untun menghindari hal ini, maka masyarakat bisa mengacu pada poin ke-5 terkait kehalalan. Termasuk yang terlarang di antaranya adalah judi atau transaksi ilegal lainnya walaupun berlabel investasi.

7. Menguntungkan dan mitigasi risiko

Untuk bisa mendapatkan keuntungan, maka Sahabat haruslah melakukan perhitungan matang terkait modal dan perputaran uangnya nanti.

Hal ini sebagai upaya mitigasi risiko dalam bisnis maupun investasi. Seperti para sahabat Rasulullah yang lebih memilih menyewakan lahan mereka daripada menggunakan kerja sama bagi hasil, karena sewa lahan lebih bisa diandalkan untuk mendapatkan fixed income.

8. Ihsan dan profesional

Ini lebih kepada tanggung jawab tugas ketika bermuamalah, termasuk hubungannya dalam bisnis maupun berinvestasi. Jadi, Sahabat perlu patuh akan kesepakatan bersama dan memiliki etika bisnis maupun etika kerja, seperti tidak melalaikan tugas.

9. Sarat akan akhlakiyat dan adab

Poin ini berkenaan dengan wara' dan muru'ah dalam ajaran Islam. Wara' adalah kehati-hatian terhadap sesuatu yang haram, di mana hal itu bertujuan untuk menjaga kehormatan diri maupun kehormatan orang lain (muru'ah).

10. Menunaikan zakat dan infak

Konsep keberhasilan dalam bisnis dan investasi dalam ajaran Islam tidak lepas dari nilai berbagai (sedekah). Untuk itu, kaum muslimin juga harus memasukkan budget mereka untuk menunaikan zakat dan infaknya, dengan keyakinan mendapatkan kemudahan perkembangan bisnis dan investasi yang mereka jalankan.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)