LANGIT7.ID, Jakarta -
Mahasiswa UGM mendesain tongkat pintar untuk membantu lansia dan tunanetra beraktivitas. Inovasi ini bukan cuma untuk proteksi tapi juga mendeteksi kesehatan.
"Melalui tongkat ini, monitoring kesehatan dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis," kata dia seperti dilansir laman UGM, dikutip Senin (19/9/2022).
Awal pengembangan tongkat pintar ini, kata Arya, bermula dari keinginan tim untuk menciptakan alat sederhana dengan banyak fungsi, terutama untuk lansia.
Di antaranya adalah sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh yang terhubung langsung ke website In-SWALST secara real-time.
Baca Juga: Buku Spicestory Karya Mahasiswa UGM, Bikin Anak Minat Baca"Tongkat jalan ini juga memiliki banyak fungsi proteksi. Salah satunya seperti tongkat yang akan bergetar saat terdapat objek di depan pengguna yang berjarak sekitar 75 sentimeter," ujar dia.
Selain itu, tongkat juga memiliki alarm yang akan berbunyi ketika tongkat atau penggunanya terjatuh. Sehingga orang sekitar bisa datang memberikan pertolongan.
Sementara itu mahasiswa lainnya Abdul Adzim menambahkan, tongkat pintar memiliki sensor yang bisa mendeteksi genangan air. Sehingga mengurangi risiko pengguna terpeleset.
"In-SWALST juga dilengkapi dengan fitur GPS. Lalu lampu LED yang akan otomatis menyala ketika pengguna berada pada kondisi kurang cahaya atau gelap," katanya.
Adapun tongkat In-SWALST ini dikembangkan oleh Kristian Bima Aryayudha (Elektronika dan Instrumentasi), Kenniskiu Fortino Kurniawan (Ilmu Komputer), Abdul Adzim Iftikar Mardiansjah (Teknik Mesin).
Kemudian Johana Gracia (Kedokteran), Yovanti Trifa Mivea (Elektronika dan Instrumentasi), Elmara Nugra Ristia (Kehutanan), Fatma Tiara Mahfudiani (Kehutanan), dan Adnindya Jeehan Azzara (Kehutanan).
(bal)