Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Snack Bar Anti-Stunting, Solusi Masalah Anak Negeri Kurang Gizi

mahmuda attar hussein Selasa, 20 September 2022 - 16:15 WIB
Snack Bar Anti-Stunting, Solusi Masalah Anak Negeri Kurang Gizi
Snack Bar Anti-Stunting buatan mahasiswa UGM. (Foto: Dok UGM).
LANGIT7.ID, Jakarta - Snack bar anti-stunting menjadi salah satu terobosan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Makanan ini menjadi solusi terhadap masalah anak kurang gizi.

Snack ini merupakan biskuit sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mengatasi masalah stunting yang banyak diderita anak negeri. Terlebih, harga dari snack bar anti-stunting yang terbilang murah.

"Alasan dipilihnya produk snack bar karena cemilan ini disukai anak-anak dan memiliki masa simpan yang cukup lama," kata Adiva Aphrodita, mahasiswa Fakultas Biologi, seperti dilansir laman resmi UGM, Selasa (20/9/2022).

Adiva menjelaskan, bahan untuk membuat snack bar anti-stunting ini cukup mudah ditemui. Juga dapat memenuhi tiga zat gizi utama pencegah stunting, yaitu protein, zat besi, dan seng.

Baca Juga: Buku Spicestory Karya Mahasiswa UGM, Bikin Anak Minat Baca

Sprouted Snack Bar (SSB) ini terbuat dari bahan utama kacang merah berkecambah, beras merah berkecambah, kacang kedelai berkecambah, dan pisang.

Bahan itu dipilih karena kedelai, beras merah, dan kacang merah yang telah berkecambah mengandung protein tinggi, serta memiliki kadar zat besi dan seng yang meningkat.

“Inovasi SSB ini mampu menjadi alternatif jajanan bergizi untuk anak sekolah. Dengan adanya produk ini, diharapkan ada peningkatan kualitas makanan untuk anak-anak, sehingga dapat menekan angka stunting di Indonesia,” ujarnya. Adiva.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4 persen.

Angka ini menurun 6,4 persen dari tahun 2018 yang sebesar 30,8 persen. Namun angka itu masih tergolong tinggi dan berada di atas standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen.

“Konsumsi pangan tinggi protein dapat meningkatkan sintesis albumin serum darah, sehingga memicu pembentukan sel saat pertumbuhan dan menjaga organ hati sehat. Sedangkan, zat besi membantu sintesis kolagen jaringan tulang, dan seng membantu peningkatan panjang dan berat tulang femur,” jelasnya.

Seperti diketahui, Adiva mengembangkan produk ini bersama empat mahasiswa UGM lainnya, yaitu Matilda Jesseline Gabriela Giovanni (Fakultas Biologi 2020), A. Najib Dhiaurahman (Fakultas Biologi 2020), Felisitas Mellania Ajeng Anggraeni (FK-KMK 2019), dan Nur Afni Oktri Fiana (FTP 2019), di bawah bimbingan Lisna Hidayati.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)