Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Mengenang Sultan Abdul Hamid II, Khalifah Terakhir Pelindung Al-Quds

Muhajirin Rabu, 21 September 2022 - 20:50 WIB
Mengenang Sultan Abdul Hamid II, Khalifah Terakhir Pelindung Al-Quds
Sultan Abdul Hamid II (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sultan Abdul Hamid II merupakan sultan ke-34 Kekhalifahan Utsmaniyah dan khalifah terakhir yang memiliki kekuasaan absolut. Sultan Abdul Hamid II lahir pada 21 September 1842.

Dia merupakan penguasaan Turki Utsmani saat Theodor Herzl menciptakan Gerakan zionis pada 1896. Palestina masih berada di bawah kekuasaan Turki Utsmani pada 1867 hingga 1909, sehingga tidak ada upaya lain yang bisa dilakukan Yahudi kecuali membujuk Sultan Abdul Hamid II agar mau menyerahkan Palestina kepada mereka, atau mengizinkan imigrasi secara resmi bangsa Yahudi ke wilayah itu.

Tapi, upaya itu ditolak tegas oleh Sultan Hamid II. Pada 1882, dia mengeluarkan dekrit yang melarang pendirian pemukiman permanen Yahudi di Palestina, sekaligus menolak izin perpindahan bangsa Yahudi ke Palestina.

“Ketika saya masih hidup, maka (meskipun) tubuhku terpotong-potong adalah lebih ringan ketimbang Palestina terlepas dari umat Islam,” kata Sultan Abdul Hamid II yang ditujukan kepada Herzl.

Baca Juga: Liga Arab Serukan Dunia Internasional Boikot Israel

Pada 1902, Herzl kembali mendatangi Sultan Abdul Hamid II agar mau mengizinkan kedatangan imigran Yahudi ke Palestina. Delegasi Herzl memberikan lima penawaran, pertama, memberikan hadiah sebesar 150 juta poundsterling untuk pribadi sultan. Kedua, membayar semua utang pemerintah Turki Utsmani yang mencapai 33 juta Poundsterling.

Ketiga, membangun kapal induk untuk menjaga pertahanan pemerintah Utsmani yang bernilai 120 juta Frank. Keempat, memberikan pinjaman tanpa bunga sebesar 35 juta Poundsterling. Kelima, membangun sebuah universitas Utsmani di Palestina. Namun, lagi-lagi tawaran itu ditolak oleh Sultan Abdul Hamid II.

“Saya tidak akan menjual satu inci pun dari negara ini, karena itu bukan milik saya, itu milik semua umat Islam. Mereka telah berjuang untuk memperolehnya, sehingga mereka siram dengan darah mereka. Biarkan orang-orang Yahudi menyimpan jutaan mereka. Adapun jika pemerintahan ini runtuh dan terbagi-bagi, maka kaum Yahudi bisa mendapatkan tanah Palestina gratis. Kami sungguh tidak akan pernah membagi pemerintahan negeri ini, kecuali setelah melangkahi mayat-mayat kami. Aku tidak akan membaginya dengan tujuan apapun.” Kata Sultan Hamid II kepada Herzl, dikutip laman the siasat daily, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga: Kekuatan Wakaf Era Turki Utsmani: Buka Lapangan Kerja, Biayai Pendidikan hingga Militer

Pada 1909, Sultan Abdul Hamid II akhirnya digulingkan melalui revolusi Turki Muda yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha. Dalam memoarnya, Sultan Hamd II berkata:

“Pencopotanku disebabkan karena aku bersikeras melarang Yahudi, sementara Yahudi bersikeras mendirikan tanah air mereka di tanah suci (Palestina).” Tulis Sultan Hamid II dalam memoarnya.

Pada 1914, Turki Utsmani ikut perang Dunia I dan mengalami kekalahan. Palestina jatuh dan dikuasai Inggris. Lewat lobi para zionis internasional, akhirnya diumumkan Deklarasi Balfour. Inggris mempersilahkan bangsa Yahudi dari seluruh dunia untuk bermigrasi ke Palestina.

Puncaknya pada 1948, zionis yahudi resmi mendeklarasikan sebuah ‘negara’ bernama Israel, meski mendapat perlawanan dari rakyat Palestina sampai hari ini.

Baca Juga: PSSI dan Pemerintah Diminta Teladani Soekarno Tolak Atlet Israel ke Indonesia


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)