LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketika memiliki masalah dalam
rumah tangga, biasanya
pasangan yang sudah menikah akan mencurahkan isi hatinya pada orang lain. Curhat itu sifatnya untuk meminta solusi atau hanya ingin menumpahkan kesedihannya saja.
Dalam Islam, sebaik-baiknya mencurahkan isi hati atau
curhat hanyalah pada Allah SWT. Tapi ada juga yang berkeinginan untuk menceritakan masalahnya pada orang terdekatnya. Bolehkah hal demikian?
Baca juga: Benarkah Pernikahan Menakutkan? Ini Kata Psikolog KlinisPenghulu di Kementerian Agama,
Ustaz Ginanjar Nugraha mengatakan selain kepada Allah SWT, curhat masalah rumah tangga dengan orang lain, hukumnya boleh-boleh saja. Namun, ia menekankan adanya sejumlah pengecualian.
"Boleh curhat, tidak ada persoalan. Apalagi manusia itu makhluk yang suka berkeluh kesah dan manusia juga makhluk komunikasi jadi butuh untuk ngobrol dengan yang lain salah satunya terkait dengan masalah rumah tangga. Hanya saja, harus hati-hati jangan sampai mengungkap atau mengumbar
aib sendiri," ujar Ustaz Ginanjar kepada Langit7, Kamis (22/9/2022).
"Karena bagi orang yang mengumbar aib suami atau istri secara terbuka, maka sebetulnya dia lebih jelek dari pasangannya itu. Jadi tentu ada batas-batasnya, sejauh itu untuk mencari solusi dan juga objektif," lanjut dia.
Ustaz Ginanjar lalu menyebutkan siapa saja orang yang bisa diajak curhat masalah rumah tangga.
Baca juga: Pengamat: Pernikahan Beda Agama Rentan Konflik Rumah TanggaPertama, tidak boleh dengan lawan jenis karena dikhawatirkan akan menjadi orang ketiga.
"Biasanya kenapa hadirnya orang ketiga karena berawal dari curhat atau curhat yang salah kepada lawan jenisnya," katanya
Kemudian, lanjut Ustaz Ginanjar, curhat kepada orang yang berilmu lebih tinggi daripada Anda. Alasannya, jika curhat kepada orang yang ilmunya lebih rendah, maka mereka cenderung akan memberikan solusi yang kontraproduktif.
Selanjutnya adalah curhat dengan yang lebih dewasa atau berpengalaman dan yang dapat menjaga rahasia.
"Jangan sampai kita berbicara kepada orang yang ember atau bocor. Cari orang yang tidak bisa membicarakan curhatan kita kepada orang lain," ucap Ustaz Ginanjar.
Baca juga: Bijaklah Sikapi Masalah Rumah Tangga, Jangan Asal CeraiSelanjutnya, jika ingin lebih bagus Anda bisa curhat kepada yang profesional secara ilmu maupun secara pengalaman. Misalnya dengan ustaz, ahli hukum keluarga, atau lainnya.
"Walaupun berbeda jenis itu diperbolehkan, karena itu profesional sejauh memang masih dapat menjaga rahasia kemudian menjaga terhindar dari fitnah," pungkasnya.
(est)