Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home lifestyle muslim detail berita

Bijaklah Sikapi Masalah Rumah Tangga, Jangan Asal Cerai

Muhajirin Kamis, 30 September 2021 - 14:03 WIB
Bijaklah Sikapi Masalah Rumah Tangga, Jangan Asal Cerai
ilustrasi suami istri (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Menikah memang berat. Banyak masalah yang harus diselesaikan dengan kepala dingin. Butuh penyesuaian dua kepala untuk satu tujuan. Perlu interaksi dan komunikasi yang baik pula. Apalagi jika menyoal pola asuh dan pendidikan anak.

Bumbu-bumbu rumah tangga kerap berakhir pada perceraian. Bagi sebagian orang, bercerai adalah aib, tabu, malu, dan terstigma ‘pernah gagal berumah tangga. Namun sebagian orang, bercerai adalah pilihan utama, bukan alternatif. Meski talak adalah perkara halal, namun ia dibenci oleh Allah Ta’ala.

Ada banyak urusan yang akan terlantar akibat perceraian. Belum lagi hak-hak anak terbengkalai karena ayah abai, merasa tak lagi memiliki tanggung jawab usai berpisah dengan eks istri. Perceraian kerap diidentikkan dengan ketidakharmonisan rumah tangga.

Namun menurut Rektor Institut Agama Islam Al Falah Assunniyah (INAIFAS) Jember, Rijal Mumazziq Z, jika titik masalah rumah tangga adalah tidak harmonis, sebenarnya bisa dicarikan solusi. Paling umum masalah komunikasi, berkaitan dengan ego, dan pola pikir.

Masalah bisa diselesaikan diawali dengan penataan ulang pola komunikasi, ego, dan pola pikir. Kebiasaan juga harus dibenahi agar tidak menjadi ganjalan dalam mewujudkan keharmonisan.

“Ada cara lain? Ada. Apa itu? Sering shalat berjamaah dan sering makan bersama, baik di rumah, maupun di kedai,” kata Gus Rijal, dikutip dari akun facebook-nya, Kamis (30/9/2021).

Pasangan yang lebih sering shalat berjamaah, intensitas hubungan emosionalnya lebih terkoneksi. Jika harus shalat berjamaah di masjid, maka Allah menyediakan sepertiga malam untuk shalat tahajud berjamaah. Tidak ada alasan untuk menghindar.

Rumah tangga itu kompleks. Ada titik temu, ada pula titik tengkar. Perlu memaksimalkan poin pertama sembari meminimalisir poin kedua. Belum lagi fakta ada cobaan dan godaan. Cobaan merupakan faktor internal, sementara godaan berasal dari faktor eksternal.

Ada pasangan yang siap menghadapi cobaan, namun gagal menahan godaan. Sebaiknya demikian. Namun tak sedikit yang mampu menahan keduanya.

Dalam rumah tangga, ada ketidakharmonisan, ada pula ketidakberesan. Ketidakharmonisan berkaitan dengan perkara remeh-temeh. Bisa diawali dengan perubahan sikap secara perlahan. Suami yang tidak romantis, tidak peka perasaan istri, atau unsur lain. Ada pula istri yang kaku, tidak menghargai pasangan, dan lain sebaiknya.

“Ini bisa diubah, asalkan tahu titik sentuhan cinta pasangan (bahasa cinta dalam rumah tangga),” kata Gus Rijal.

Ketidakberesan berumah tangga butuh lebih banyak waktu perbaikan. Ini karena berkaitan dengan penyelewengan. Penyelewengan bukan berarti perselingkuhan saja, tapi pada aspek abnormalitas kehidupan pasutri.

Bisa dalam bentuk suami melakukan KDRT, pengabaian nafkah, terlalu posesif, atau sebaliknya istri melakukan tindakan kekerasan verbal dan fisik, pencemburu akut, atau tindakan lain. Ini perlu dicarikan guru khusus, konselor, dan advisor.

Namun jika coba tersebut tetap gagal, perceraian bisa jadi solusi. Bagi orang lain mungkin tabu, tapi tidak untuk sebagian yang lain. Bisa saja perceraian seseorang bisa menata hidup lebih baik dan bisa fokus.

“Pernikahan memang sakral. Suami istri harus saling memahami untuk menciptakan surga dalam rumah. Saling memahat cinta,” kata Gus Rijal.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan