LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden China, Xi Jinping, dilaporkan dikudeta pihak militer China. Kabar ini ramai diperbincangkan di
media sosial dengan sejumlah bukti yang diuggah.
Dalam
video yang diunggah salah satu Penulis asal China, Gordon G Chang, memperlihatkan mobilitas kendaraan militer yang bergerak maju ke Ibu Kota Beijing.
"Video kendaraan militer bergerak ke Beijing ini muncul setelah 59 persen penerbangan di negara itu dilarang terbang dan pemenjaraan pejabat senior (Xi Jinping). Ada banyak asap, yang berarti ada api di suatu tempat di dalam Partai Komunis China yang membuat tidak stabil," tuis Chang, dalam akun Twitternya, dikutip
Langit7.id, Senin (26/7/2022).
Baca Juga: PBB Sebut China Lakukan Kejahatan Kemanusiaan di XinjiangUnggahan lain di Twitter juga menyebutkan, Jenderal China Li Qiaoming adalah sosok di balik kudeta ini.
"Kendaraan militer menuju Beijing pada 22 September. Mulai dari Kabupaten Huanlai dekat Beijing dan berakhir di Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei, seluruh prosesi sepanjang 80 KM. Sementara itu, rumor mengatakan bahwa Xi Jinping ditahan setelah Partai Komunis China senior memecatnya sebagai kepala Tentara Pembebesan Rakyat (PLA)," tulis akun @jeniferzeng97.
Sayangnya, belum ada penjelasan resmi dari Beijing. Namun, sejumlah pakar politik di China membantah adanya informasi terkait kudeta XI Jinping.
Pakar China, Aadil Brar mengatakan, Xi kemungkinan dikarantina setelah kembali dari Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). Menurutnya, Xi Jinping sangat kuat karena memiliki kekuasaan institusional atas China.
"Kegiatan politik di Beijing seperti biasa. Sangat aneh untuk sebuah kudeta," kata Brar, dalam akun Twitter pribadinya @aadilbrar.
Menurutnya, jika militer China melakukan kudeta maka sejumlah konten Xi harusnnya dihapus. "Jika militer memulai 'kudeta', situs web PLA akan berhenti memposting konteks oleh Xi dan menghapus artikel sebelumnya," tutur Brar.
(bal)