LANGIT7.ID, Jakarta - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengangkat putranya, Putra Mahkota Mohammed Bin Salman (MbS) sebagai Perdana Menteri (PM) kerajaan. Penobatan ini diterbitkan oleh
Saudi Press Agency.
Putra mahkota MbS awalnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan. MbS sebelumnya menjadi penguasa de fakto Arab Saudi dan wakil PM di bawah Raja Salman.
Baca Juga: Semakin Bebas, Arab Saudi Akan Gelar Saudi IdolPeran baru MbS sebagai PM di negara penghasil minyak terbesar di dunia itu sesuai dengan delegasi tugas sebelumnya dari raja kepadanya, yakni mewakili kerajaan pada kunjungan luar negeri dan memimpin KTT di kerajaan.
Dalam hal ini, sang adik, Pangeran Khalid menggantikan MbS sebagai Menteri Pertahanan. Sementara, putra lainnya Pangeran Abdulaziz bin Salman juga diangkat sebagai Menteri Energi.
Melansir dari
France24, Rabu (28/9/2022) lalu untuk Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Investasi tidak ada perubahan. Raja Salman juga masih akan memimpin kabinet.
Baca Juga: Arab Saudi Bakal Kirim Astronot Wanita ke Luar Angkasa Tahun DepanTentang Mohammed Bin SalmanPangeran MbS merupakan Putra Mahkota kerajaan Saudi yang kini berusia 37 tahun. Ia berada di urutan pertama untuk menggantikan ayahnya, Salman bin Abdulaziz, sebagai raja.
Sebelum menjadi PM, Mohammed ditetapkan Menteri Pertahanan sejak 2015, sebuah langkah kunci dalam konsolidasi kekuatan yang cepat. Selama menjadi Menteri Pertahanan MbS bertugas mengawasi kegiatan militer Arab Saudi di Yaman.
Pada masa itu, kerajaan memimpin koalisi mendukung pemerintah untuk diakui secara internasional dalam perjuangannya melawan pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran.
Selain itu, MbS juga menjadi bagian dari agenda reformasi besar-besaran yang dikenal sebagai Vision 2030. Perubahan itu, termasuk memberikan wanita hak untuk mengemudi, membuka bioskop, menyambut turis asing, menjinakkan polisi agama dan menjamu bintang pop hingga memperkenalkan perkelahian kelas berat high-profile serta acara olahraga lainnya.
MbS pernah memenjarakan para kritikus dalam rangka pembersihan besar-besaran terhadap elit negara. MbS mengancam sekitar 200 pangeran dan pengusaha di hotel Ritz-Carlton Riyadh dalam tindakan keras anti-korupsi 2017.
Baca Juga:
Aturan Baru, Ini 7 Syarat Pemegang Visa Turis Masuk ke Saudi
Penyelenggaraan Haji 2023 Harus Responsif terhadap Visi Saudi
(asf)