LANGIT7.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Kampus UMKM Shopee di Hetero Space UMKM, Banyumanik, Kota Semarang pada Minggu (15/8), bertepatan dengan hari jadi Provinsi Jawa Tengah yang ke-71 . Sebelum di Semarang, UMKM Shopee sebelumnya juga telah diresmikan di Solo, pada Mei 2021 lalu.
Direktur Shopee Indonesia Handika Jahja berharap dengan didirikannya kampus UMKM ini dapat memberi kontribusi signifikan terhadap perkembangan bisnis UMKM guna menjadi salah satu lokomotif perekonomian daerah di Jawa Tengah.
“Ini wujud komitmen kami dalam mendukung para pelaku UMKM di Jawa Tengah. Kami berencana menambah Kampus UMKM di 5 titik di Jawa Tengah, harapannya bisa meningkatkan literasi digital bagi total 700 ribu UMKM di Jawa Tengah, “ kata Handika Djahja.
Baca juga: Kreasi Mode UKM Indonesia Tampil di Magic Fashion Trade Show ASDi Kampus UMKM Shopee tersedia fasilitas mumpuni yang bisa digunakan secara gratis oleh pelaku UMK di Jawa Tengah, di antaranya studio foto produk, pusat edukasi, simulasi gudang dan ruang live streaming.
Selain itu, juga dilengkapi program pembinaan dan fasilitas yang mengakomodir seluruh kebutuhan bisnis para pelaku UMKM. Antara lain edukasi penyaluran pendanaan, pemasaran online, hingga sistem inventori dan pengiriman barang terintegrasi.
Ganjar Pranowo menyampaikan, dari banyak permasalahan usaha kecil yang muncul, ternyata problem besar UMKM itu masalah pemasaran. Di kampus UMKM ini, pelaku UMKM bisa belajar membangun jejaring, dan harapannya bisa memompa, bisa menaikkan penjualan dan makin terkenal produknya.
“Kita dapat feedback dari konsumen keluhan apa,kualitasnya seperti apa, perbaikan seperti apa. Kalau dari nol, satu-satunya pendidikan bisa dilakukan di sini,” ucapnya.
Baca juga: Grab Indonesia Dorong Percepatan UMKM Lakukan DigitalisasiMenurutnya, UMKM harus tangguh. Pemprov Jateng bekerjasama dengan Shopee membangun sekolahan ini diperuntukan gratis bagi pelaku usaha, agar ke depan tidak ada lagi yang bingung mencari pekerjaan, tapi bagaimana menjadi enterpreneur.
“Pascapandemi, akan banyak orang yang bertanya mencari pekerjaan. Saatnya bikin kerja sendiri, enterpreuner sendiri. Belajar sendiri. Kita akan fasiliitasi. Mudah-mudahan UMKM bisa belajar,” ujarnya.
(zul)