LANGIT7.ID, Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan rencananya yang akan mengajukan surat pengunduran diri. Besok, PM Malaysia akan menghadap ke Raja Malaysia di Istana Negara, Senin (15/8/2021).
"Ya dapat dikonfirmasi. Besok setelah rapat kabinet di pagi hari perdana menteri akan menghadap Raja Malaysia untuk mengundurkan diri dari posisinya," ujar Staf Ahli Bidang Media Menteri Tugas-Tugas Khusus Malaysia, Aneita Abdullah, Ahad (15/8/2021).
Pengunduran diri tersebut sesuai aturan undang-undang ketika perdana menteri tidak mempunyai dukungan mayoritas di parlemen. Setelah itu, dia akan menunggu Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong untuk membuat keputusan.
Baca Juga: Pesona Kuala Lumpur, Destinasi Wisata Halal di Pusat KotaMedia setempat mengabarkan bahwa seorang pemimpin Partai Pribumi Bersatu membenarkan Muhyiddin Yassin akan menyerahkan surat peletakan jabatannya kepada Yang di-Pertuan Agong di Istana Negara besok.
Anggota Majelis Pimpinan Tertinggi Bersatu, Mohd Redzuan Md Yusof mengatakan persoalan tersebut disampaikan Muhyiddin Yassin dalam pertemuan dengan anggota parlemen Bersatu. "Besok akan ada musyawarah khusus kabinet sebelum Muhyiddin menghadap Raja Malaysia untuk mempersembahkan surat peletakan jabatan," katanya.
Menteri Tugas-Tugas Khusus Malaysia, Moh Redzuan, mengatakan, Muhyiddin sudah mencoba sebaik mungkin untuk mempertahankan keadaan dan kedudukan pemerintahan namun ikhtiarnya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Insya Allah besok ada pengumuman apa pun yang kita tunggu besok," kata anggota Dewan Pimpinan Tertinggi Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), Mohd Redzuan Md Yusof di Kuala Lumpur, Minggu, usai rapat partai.
Rapat yang dipimpin Muhyiddin Yassin selaku Presiden PPBM tersebut berakhir pukul 11.00 pagi. Pertemuan selama dua jam itu berlangsung di Publika Shopping Gallery yang menjadi Markas Besar Perikatan Nasional (PN) dan kantor Sekjen Bersatu, Hamzah Zainudin.
Rapat membahas arah dan apa yang akan terjadi jika Muhyiddin Yassin mengundurkan diri sebagai perdana menteri. Menurutnya, Muhyiddin sudah memberikan opsi terakhir dalam pesan Jumat lalu semata-mata untuk kepentingan rakyat dalam krisis saat ini.
"Kami melihat ada kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk menjamin rakyat digadaikan," katanya.
Dia mengatakan perdana menteri telah mengkaji setiap pilihan terakhir semata-mata untuk kepentingan rakyat dalam keadaan krisis sekarang ini. "Tetapi kita akur dengan undang-undang dan sekiranya menarik dukungan atas kepentingan pribadi tanpa memperhatikan kepentingan rakyat maka harus diurus dengan baik," katanya.
Menteri Tugas Khusus tersebut menjelaskan setelah ini terserah Yang di-Pertuan Agong untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menyejahterakan rakyat.
Sementara itu, Wakil Presiden Bersatu yang juga Penasihat Khusus Perdana Menteri saat ditemui menolak membeberkan detail pertemuan tersebut. Dikatakannya, yang dibahas adalah terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Sumber: Antaranews.com(jak)