LANGIT7.ID, Jakarta - Tahun kelahiran
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Tahun Gajah. Saat itu ada rencana penghancuran Ka'bah oleh Abrahah, Gubernur Yaman, dengan tentara gajah.
Martin Lings dalam bukunya, Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources mengungkapkan alasan Abrahah menghancurkan Ka’bah.
Kala itu Abrahah berambisi mengalihkan pusat ritus haji dari Mekkah ke sebuah katedral megah yang dibangunnya di Shan’a.
Singkat cerita, berangkatlah Abrahah bersama pasukannya berangkat ke Mekkah. Abrahah melengkapi artileri gajahnya dengan persenjataan lengkap dan berada di barisan depan dipandu oleh Unays.
Baca Juga: Pengertian Maulid Nabi SAW, Tahun 2022 Diperingati 7-8 OktoberSeorang dari suku Kinanah yang memiliki hubungan nasab dengan Quraisy, Nufayl turut menyertai perjalanan pasukan gajah tersebut.
Nufayl adalah tawanan yang ditunjuk sebagai penunjuk jalan ke Mekkah setelah gagal dalam sebuah upaya meruntuhkan gereja yang dibangun Abrahah.
Dalam perjalanan, Nufayl selalu mengamati bagaimana cara Unays memberikan aba-aba kepada pasukan gajahnya. Saat Unays memberikan perintah agar gajah tesebut bangun dan berjalan, Nufayl turut membisikkan di telinga gajah agar berlutut.
Dengan sangat mengejutkan dan mencemaskan Abrahah, gajah-gajah tersebut perlahan-lahan berlutut. Unays kemudian memerikan komando agar gajahnya berjalan lagi, tapi Nufayl diam-diam juga memberikan perintah agar gajah-gajah itu berlutut.
Pasukan Abrahah melakukan segala cara agar gajah-gajah mereka bergerak dengan memukul kepala dan muka hewan bertelinga lebar itu dengan besi, tapi para gajah tetap sulit bergerak.
Akhirnya mereka mencoba strategi lain dengan menyuruh seluruh pasukan berbalik arah dan menuju Yaman, gajah tersebut pun bergerak kembali.
Namun, gajah-gajah tersebut kembali berlutut ketika perjalanan mereka mengarah menuju Mekkah. Ini menjadi pertanda bahwa penyerbuan pasukan gajah tak akan berhasil maju selangkah pun.
Tapi Abrahah telah dibutakan ambisinya yang membuat pasukannya akhirnya sirna dihantam Burung Ababil.
(bal)