Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Menimbang Solusi Dua Negara untuk Kemerdekaan Palestina

Muhajirin Jum'at, 30 September 2022 - 14:21 WIB
Menimbang Solusi Dua Negara untuk Kemerdekaan Palestina
Baitul Maqdis, Yerusalem (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Hingga hari ini Palestina belum merdeka. Salah satu solusi yang diajukan untuk kemerdekaan Palestina adalah solusi dua negara.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin mengatakan, gagasan solusi dua negara (two states solution) bagi Palestina dan Israel bukan ide baru. Hal itu merupakan gagasan lama yang merupakan kesepakatan global melalui resolusi-resolusi PBB era 1970-an.

Secara historis, solusi dua negara itu bisa dilacak awal 1930-an. Solusi itu ditengarai harapan agar dua negara tersebut dapat hidup berdampingan secara damai. Meski persoalan tapal batas sampai saat ini masih menjadi persoalan.

Ide Two States Solution adalah ide dan harapan yang realistis setelah jalur konflik militer dan diplomasi untuk menyelesaikan persoalan Palestina dan Israel telah meminta banyak korban di pihak Palestina, namun juga kelelahan psikis di kedua belah pihak,” kata Din dalam webinar Universitas Paramadina dan Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC), Kamis (29/9/2022) malam.

Baca Juga: Mengenang Sultan Abdul Hamid II, Khalifah Terakhir Pelindung Al-Quds

Din menjelaskan, beberapa negara telah melangkah lebih maju seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania dan terakhir sedang berproses, Arab Saudi. Negara-negara itu membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga menganjurkan Two State Solutions dalam sikap politiknya.

Hubungan dagang langsung dengan Israel secara diam-diam juga telah dilakukan oleh beberapa negara Islam yang tidak mempunyai hubungan diplomatik, seperti Indonesia.

Menurut Din, solusi dua negara merupakan langkah terbaik, namun menghadapi beberapa kendala serius, seperti masalah perbatasan Palestina–Israel. Palestina menginginkan tapal batas sebelum perang 1967, namun Israel menolaknya.

Sebelum perang 1967 berarti Dataran tinggi Golan harus diserahkan ke Syria, juga Jerusalem yang harus diserahkan ke Palestina. Israel menolak karena telah membangun banyak sekali pemukiman baru Yahudi di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

“Ditambah sikap Knesset Israel yang agresif dan menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel menggantikan Tel Aviv. Langkah tersebut didukung oleh USA dan negara-negara Barat termasuk Australia yang membuka kedutaan besar di Yerusalem,” ujar Din.

Baca Juga: Begini Cara Israel Rusak Kepercayaan Palestina atas Indonesia

Din mengatakan, ide solusi dua negara ditawarkan Israel dan Amerika Serikat tidak lepas dari global power shifting dengan bergesernya bandul politik global ke China sebagai new super power ekonomi. China berhasil membuka koridor ekonomi ke banyak negara terutama Asia Selatan seperti Pakistan.

Upaya Two States Solution juga harus melibatkan dan sosialisasi intens secara Person to Person (P to P) dengan jalinan pertemanan tokoh-tokoh Yahudi dunia. Ada 2 organisasi komunitas Yahudi internasional yang berpengaruh yaitu World Jewish Congress dan American Jewish Committee di New York.

“Kepada komunitas Yahudi internasional tersebut ide solusi dua negara harus lebih serius disuarakan,” ujar Din.

Baca Juga: Negara Arab Pulihkan Hubungan dengan Israel, Ini Dampaknya ke Palestina

Din meminta agar pemerintah Indonesia harus lebih keras bersuara di forum OKI untuk menggolkan ide solusi dua negara. Meski ada kondisi global injustice dan standar ganda oleh USA dan Barat.

“Namun kepada anggota OKI terutama yang dipandang moderat seperti Turki, Pakistan dan Maroko harus dapat membangun kemitraan strategis menghadapi USA dan Barat, terutama untuk menggolkan ide solusi dua negara,” kata Din.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)