LANGIT7.ID - , Jakarta -
Sosok ayah memiliki peranan penting dalam
tumbuh kembang anak. Sebuah penelitian menunjukkan kehadiran ayah berpengaruh pada perilaku, kebahagiaan, serta kemampuan kognitif anak.
Sebagai Muslim, Rasulullah menjadi teladan dari semua sisi kehidupan, termasuk keluarga.
Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam adalah sosok suami yang luar biasa, ayah yang sempurna, serta kakek yang unik. Rasulullah selalu memperlakukan mereka dengan lembut tanpa membiarkan anak-anak dan cucunya abai dengan ibadah.
Baca juga: Cara Duduk Nabi Muhammad SAW saat Makan, Ada FaedahnyaDari Anas ibn Malik RA, berkata, “Saya tidak pernah melihat orang yang lebih berbelas kasih terhadap anak-anak selain Rasulullah SAW. Putranya, Ibrahim, sedang dirawat seorang suster di perbukitan sekitar
Madinah. Dia akan pergi ke sana dan kami akan pergi bersamanya dan dia akan memasuki rumah, menjemput putranya, dan menciumnya, lalu kembali.” (HR Muslim).
Dalam mengungkapkan kasih sayangnya, Rasulullah selalu mencium dan memeluk anak-anak dengan lembut. Sebagaimana beliau memeluk dan mencium Ibrahim, putranya yang
meninggal sebelum usia dua tahun.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium putranya, Ibrahim radhiyallahu ‘anhu. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu telah mengisahkan,
“Kami pergi bersama Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju rumah Abu Saif Al-Qayyin (sang pandai besi). Dia ini adalah bapak susu Ibrahim (karena istri Abu Saif menyusui putra Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam). Kemudian Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengambil Ibrahim, lalu menciumnya dengan mulut (bibir) dan hidung beliau.” (HR. Bukhari no. 1303).
Baca juga: Ragam Kitab Maulid yang Biasa Dibaca di Momen Kelahiran Nabi Muhammad SAWRasulullah juga dikenal tidak pernah membeda-bedakan dalam mencurahkan kasih sayang pada anak-anak. Beliau pun memerintahkan untuk berlaku adil terhadap anak-anak.
Dalam riwayat Muslim yang juga diriwayatkan Bukhari, Rasulullah bersabda,
قَالَ : ( فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ ) قَالَ : فَرَجَعَ فَرَدَّ عَطِيَّتَهُ .
“Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adil lah di antara anak-anakmu,” Lalu ia balik dan mengambil kembali pemberiannya.
Beliau mencontohkan dengan tidak membeda-bedakan cucu laki-laki dan perempuan. Semua diperlakukan sama. Seperti halnya pada Umamah, putri dari Sayyidah Zainab, putri sulung Rasulullah dari
Sayyidah Khadijah.
“Rasulullah saw. pernah shalat dengan Umamah binti Amr bin al-Ash di pundaknya. Beliau meletakkan ketika rukuk dan mengangkatnya kembali ketika beliau berdiri,” kata Abdullah bin Harits bin Naufal dan Abu Qatadah dalam sebuah riwayat.
Baca juga: Tips Hadapi Hinaan Sesuai Anjuran Nabi, Ini Penjelasan Ustaz KHBSudah sepatutnya kita sebagai Muslim meneladani perilaku Rasulullah pada anak dan cucunya, tanpa membeda-bedakan dalam mencurahkan kasih sayang. Sebab, membanding-bandingkan anak-anak bisa berdampak buruk pada perkembangan dirinya.
Rasulullah menjadi panutan dalam mengasuh anak. Beliau mengajarkan umat bagaimana memperlakukan anak-anak dengan baik. Sekarang menjadi kewajiban kita untuk memasukkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, anak yang bertakwa pada Allah SWT adalah investasi tak ternilai yang bisa ditinggalkan di dunia.
(est)