LANGIT7.ID, Yogyakarta - Mubaligh
Ustadz Abdul Somad (UAS) dikenal sebagai ulama Tanah Air dari Nahdlatul Ulama (NU) tapi sangat dekat dengan Muhammadiyah.
Hal itu dibuktikan saat berkunjung ke Yogyakarta dalam rangka menghadiri rangkaian tabligh akbar
Ojo Leren Dadi Wong Apik pada Jumat (30/9/2022). Dari Yogyakarta International Airport, UAS langsung diantar ke Maqbarah (pemakaman) di Dongkelan, Yogyakarta.
Baca Juga: Tabligh Akbar Ojo Leren Dadi Wong Apik di Jogja Dihadiri 10 Ribu Jemaah
Di tempat itu terdapat makam KH Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad dan KH Ali Maksum beserta keluarga. Dua tokoh ini merupakan ulama berlatarbelakang NU.
“Kiai Munawwir adalah Syaikhul Qurra' Wal Huffazh, Syaikhul Quran Nusantara. Dari Pesantrennya di Krapyak, Yogyakarta, tertambat sanad qiraat Pesantren-pesantren Al Quran di seantero negeri ini. Menantu beliau, KH Ali Ma'shum yang melanjutkan perjuangannya sempat menjabat Rais 'Aam PBNU,” tulis
Ustadz Salim A Fillah di akun instagramnya.
Baca Juga: Adab Ziarah Kubur
Setelah dari Maqbarah Dongkelan, UAS lanjut berziarah ke ipar Kiai Munawwir yakni
KH Ahmad Dahlan di komplek pemakaman Masjid Jami' Karangkajen Yogyakarta.
“Kami membersamai Tuan Guru Ustadz Abdul Somad ke makam KH Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah di Karangkajen, Yogyakarta,” kata Salim A Fillah.
Baca Juga: Menelusuri Silsilah KH Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah Keturunan Walisongo
Di kompleks pemakaman itu, KH Ahmad Dahlan Sang Pencerah yang bersahaja terbaring bersama ipar dan pelanjut beliau, KH Ibrahim, KH Badawi dan tak jauh darinya ada KH AR Fachruddin, Lafran Pane, Buya Yunahar Ilyas, dan para tokoh Muhammadiyah lainnya.
“Sang Pencerah tak perlu diperkenalkan. Dan kamipun hanyut dalam renungan,” tutur Ustadz Salim A Fillah.
(jqf)