LANGIT7.ID, Jakarta - Tragedi Kanjuruhan yang menelan 125 korban jiwa mendapat sorotan dunia sepak bola internasional. Para legenda sepak bola turut berbelasungkawa dan menyayangkan masih ada korban saat menonton sepak bola.
Legenda sepak bola dunia asal Brasil, Pele turut berduka cita terhadap kekerasan yang menimpa para penonton laga Arema FC vs Persebaya itu. Dia menyebut
tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola di dunia.
“Akhir pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepakbola,” kata Pele dikutip Instagramanya, Selasa (4/10/2022).
Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Minta Tragedi Kanjuruhan Diusut Profesional dan ProporsionalPele menyoroti tingginya angka korban jiwa yang tewas, termasuk anak-anak. Tembakan gas air mata yang dilepaskan aparat keamanan ke arah tribun di Stadion Kanjuruhan, Malang telah menyulut kepanikan yang menyebabkan kepanikan dan 125 orang meninggal serta lebih 300 lainnya luka-luka.
“Setidaknya ada 32 anak-anak, di antara 125 orang tewas. Saya berharap banyak kedamaian dan cinta untuk seluruh rakyat Indonesia. Kekerasan tidak cocok dengan olahraga. Tidak ada rasa sakit kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kita kepada sesama kita. Olahraga harus selalu menjadi tindakan cinta,” kata Pele.
Pesepakbola lainnya Wayne Rooney mencuit di Twitternya: “Miris mendengar kejadian di Stadion Kanjuruhan di Indonesia tadi malam. Berita mengejutkan. Saya berduka untuk semua keluarga, teman dan semua orang yang terdampak.”
Baca juga: Jokowi Minta TGIPF Ungkap Tuntas Tragedi KanjuruhanPencetak gol terbanyak klub sepanjang masa, legenda Liverpool Ian Rush, juga mengucap belasungkawa kepada para korban Tragedi Kanjuruhan dan keluarga yang ditinggalkan.
"Berita duka dari Stadion Kanjuruhan di Indonesia. Pikiran dan doa untuk semua keluarga dan orang-orang yang terdampak," ujar Rush.
Bendera Asosiasi Anggota FIFA berkibar setengah tiang di markas FIFA sebagai penghormatan kepada mereka yang meregang nyawa dalam atmosfer “Salam Satu Jiwa”. Presiden FIFA, Gianni Infantino menyebut Tragedi Kanjuruhan sebagai hari kelam dalam dunia sepak bola hari ini.
(sof)