LANGIT7.ID, Jakarta - Tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur merenggut korban jiwa sebanyak 125 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka. Insiden ini mendapat sorotan dunia dan banyak publik figure Internasional turut berbelasungkawa.
Kepedulian sosial terhadap tragedi Kanjuruhan direspon langsung oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama BSI Maslahat dan Lazisnu dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban peristiwa Kanjuruhan Malang.
Deputy Funding BSI Regional Surabaya, Sefudin Suria Hidayat menyatakan turut berduka cita atas musibah yang dialami para korban. Penyaluran bantuan dilakukan di Posko bantuan korban kanjuruhan baik di Kabupaten maupun Kota Malang.
“Kami berharap dengan sinergi bantuan ini menjadi dorongan semangat dan moril kepedulian Bank Syariah Indonesia”, kata Sefudin dalam keterangan tertulis yang diterima
Langit7.id, Rabu (5/10/2022).
Baca Juga: BSI dan PBNU Jalin Sinergi Akselerasi Perekonomian Warga NahdliyinPada kesempatan sama, Manager Unit Representative Office 6 (URO 6) Surabaya, BSI Maslahat, Zaini Syam berharap, bantuan tersebut mampu melipur lara keluarga korban yang terdampak. “Diharapkan keluarga korban bisa lebih tegar dan semangat,” kata Zaini.
Hal ini merupakan nilai-nilai syariah/maqashid syariah yang diterapkan Bank Syariah Indonesia. Tak luput, ini juga menjadi kewajiban Bank Syariah untuk turut menjaga keturunan salah satunya melalui penyaluran CSR dengan memberikan kontribusi bagi keberlangsungan dan keberlanjutan keluarga korban.
Dalam penyerahan bantuan ini hadir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf; Komisaris Independen BSI, Arief Rosyid Hasan; Deputy Funding BSI Regional Surabaya, Sefudin Suria Hidayat; Deputy Transaction Business BSI Regional Surabaya, Moh Enry Dzul Fikri; serta Area dan Branch Manager Malang.
Selain itu, BSI bersama BSI Maslahat mengajak semua pihak untuk dapat memberikan dukungan trauma healing bagi para keluarga korban. Hal ini bertujuan untuk memberikan pendampingan moril, spiritual dan sosial bagi para keluarga sehingga dapat mengobati trauma akan kejadian tersebut
(zhd)