LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo menjelaskan mengapa perpanjangan PPKM berubah-ubah tiap pekan, sehingga kerap dicap tidak konsisten oleh masyarakat.
Presiden dalam pidatonya di Sidang Tahunan DPR-MPR mengatakan, Covid-19 mengajarkan kepada untuk mencari titik keseimbangan antara gas dan rem. Kesamaan kepentingan kesehatan dengan perekonomian.
Karena itulah, dalam mengambil keputusan, pemerintah harus terus merujuk kepada data, serta kepada ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. Pemerintah harus selalu tanggap terhadap perubahan keadaan, dari hari ke hari secara cermat.
“Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan,” kata Jokowi dalam pidatonya di Sidang Tahunan DPR-MPR, Senin (16/8).
“Pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat, misalnya, harus dilakukan paling lama setiap minggu, dengan merujuk kepada data terkini,” imbuhnya.
Presiden menyadari hal ini sering dibaca sebagai kebijakan yang berubah-ubah, atau sering dibaca sebagai kebijakan yang tidak konsisten. Namun, menurutnya, justru itulah yang harus pemerintah lakukan.
“Untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat. Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi.”
(sof)