LANGIT7.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat perekonomian global tidak stabil, sama halnya yang terjadi di Indonesia. Terlebih konflik yang tak kunjung usai antara Rusia dan Ukraina yang sangat berdampak pada perekonomian global.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, industri halal memiliki kontribusi yang cukup baik terhadap pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi.
Hal tersebut disampaikan dalam acara The 4th International Halal Dialogue (IHD), di Jakarta. Kali ini, gelaran IHD bertajuk "Halal Economy Recovery” dengan sub tema “Accelerating halal certification for supporting economic recovery".
"Saya berharap, Mr Rafiudin Shikoh, Peneliti dari Dinar Standar, yang hadir dalam acara ini, dapat menyaksikan secara langsung pengalaman Indonesia pulih dari pandemi, salah satunya karena kontribusi industri halal," kata Yaqut dalam keterangannya dikutip Ahad (9/10/2022).
Baca Juga: Sertifikat Halal Gratis Bantu Naikan Perekonomian Pelaku UMKMMenurut dia, industri halal di Indonesia berpotensi bersaing di pasar Internasional. Terlebih, Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa Indonesia bertekad menjadi produsen halal terbesar di dunia tahun 2024.
Yaqut berharap, pada tahun 2023 mendatang, Indonesia mampu menempati peringkat pertama dalam klaster industri makanan dan minuman halal.
"Kami berharap tema IHD keempat ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia bagaimana Indonesia pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat dari pandemi sehingga termasuk salah satu negara yang sudah pulih kembali ke posisi seperti sebelum pandemi," ujarnya.
(zhd)