LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam dianjurkan
tidur di waktu siang hari. Amalan ini disebut qailulah atau beristirahat dalam waktu singkat, namun memiliki kualitas dan bermanfaat.
Pendakwah sekaligus dokter,
Ustadz Zaidul Akbar menjelaskan, qailulah ini tidak seperti tidur siang kebanyakan orang, di mana mereka tidur terlelap dalam waktu cukup lama.
"Qailulah dicontohkan Rasulullah SAW, ada yang bilang sebelum dan ada yang bilang sesudah zuhur," jelas dia dikanal YouTubenya, dikutip Selasa (11/10/2022).
Penggagas Jurus Sehat Rasulullah ini mengatakan, tidur siang memiliki tujuan yang sama dengan tidur di waktu malam, yaitu untuk mengistirahatkan enzim di dalam tubuh.
Baca Juga: Benarkah Tidur Siang Pengaruhi Kesehatan? Ini Penjelasannya"Jadi kalau ada orang mengantuk usai makan itu disebabkan oleh tubuh yang tidak bisa mengolah makanannya. Untuk itu, perlu waktu istirahat agar tubuh bisa menghasilkan enzim," ujarnya.
Dalam kesempatan lain, Ustadz Syafiq Riza Basalamah menambahkan, tidur siang disunnahkan bagi umat Islam, sebab setan tidak melakukannya.
“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
"Jadi usahakan untuk istirahat walaupun sebentar dan hanya 5-15 menit. Di masa Nabi SAW dan para sahabat, mereka tidur siang sebelum waktu zuhur," jelasnya.
Dia juga menenkankan, tidur siang yang singkat dimaksudkan untuk mengutamakan kualitas istirahat dan bukan tidur dalam waktu lama serta berlarut-larut.
(bal)