Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home home & garden detail berita

Desain Rumah Islami: Mampu Menjaga Privasi Penghuni

hasanah syakim Jum'at, 14 Oktober 2022 - 07:32 WIB
Desain Rumah Islami: Mampu Menjaga Privasi Penghuni
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Islam adalah agama sempurna yang menuntun umatnya menjalani kehidupan lebih baik. Selain urusan ibadah danakidah, Islam juga mengajarkan aspek lain dalam kehidupan sehari-hari, termasuk masalah rumah tinggal.

Hunian yang Islami adalah yang mampu membantu penghuninya untuk menyempurnakan ibadah. Selain itu, rumah juga berfungsi sebagai pelindung pemiliknya dari dunia luar.

Baca juga: Desain Rumah Islami, Buya Yahya: Upayakan Punya Toilet Tertutup

Dalam salah satu kajian, penceramah Ustaz Adi Hidayat mengatakan rumah Islami adalah yang menjaga privasi pemiliknya. Hal ini seperti dicontohkan baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Menurut Ustaz Adi, saat Fatimah dilahirkan, nabi membuat ruangan khusus. Tujuannya adalah agar proses lahiran mendapatkan bantuan dari orang asing tanpa memasuki ruanng pribadi nabi.

"Dan ketika mendesain ruangan rumah Nabi Muhammad Saw. Saat itu suasana jahiliyah sangat terbuka, bahkan banyak orang gonta-ganti pasangan pada masa jahiliyah," ujar Ustaz Adi dikutip dari akun YouTube Audio Dakwah.

Baca juga: Desain Rumah Islami, Tak Harus Megah tapi Terasa Nyaman

Ustaz Adi Hidayat menerangkan, hal yang paling penting untuk dijaga adalah ruang suami istri. Sarannya, pemilik rumah mengupayakan agar ketika ada tamu, bukan bagian dari mahram, tidak masuk pada ruang utama itu.

"Sehingga suasana keluarga bisa dijaga dan tidak terbuka keluar," tuturnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)