LANGIT7.ID, Jakarta - Pondok pesantren (ponpes)
Muhammadiyah diimbau untuk mempersiapkan diri dengan kemungkinan-kemungkinan perubahan zaman, sehingga para santri mampu bersaing.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah, Maskuri mengatakan, semua kuncinya ada di pengajar. Mereka harus memiliki kapasitas yang melintas batas.
"Ustadz yang memiliki potensi unggul itulah yang bisa mengembangkan
pesantren ke depan. Kita berharap memiliki stok pengajar yang andal," kata Maskuri dilansir laman Muhammadiyah, Jumat (14/10/2022).
Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Museum untuk Kisahkan Perjalanan SejarahnyaAdapun kemampuan ustadz tersebut antara lain mampu manajerial pesantren untuk melatih kemampuan memimpin suatu lembaga besar pesantren.
Lalu kepengasuhan untuk membuat santri merasa nyaman, aman dan bahagia berada di pesantren. Kemudian pendidikan bahasa dan kurikulum pesantren.
Ketiga poin di atas, diharapkan pesantren Muhammadiyah menjadi kawah candra di muka kegiatan keilmuan, kaderisasi, dan dakwah Islam.
Pada akhir sambutannya, Maskuri menyebutkan sebuah peribahasa The Man Behind The Gun yang menurut pandangannya mengisyaratkan bahwa semutakhir apapun alat yang digunakan, jika manusianya tidak memiliki kemampuan, maka tidak akan unggul.
(bal)