LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap orang tua tentu tidak menginginkan buah hatinya menyaksikan aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (
KDRT). Namun, sebagian anak pernah menyaksikan KDRT dalam rumahnya. Bila kondisi seperti ini terjadi, apa yang kemudian harus dilakukan orang tua?
Psikolog Anak dan Remaja, Grace E Sameve mengatakan ada dua hal penting yang harus dilakukan orang tua ketika anak melihat KDRT yang dialami.
Baca juga: Hindari KDRT dengan 5 Cara Ini, Jaga Emosi Tetap StabilPertama, memprioritaskan keselamatan anak agar terhindar dari kekerasan selanjutnya.
"Paling penting
keselamatan anak dan keselamatan diri tentunya ketika KDRT itu terjadi," ujar Grace dalam diskusi bertajuk Waspada Dampak KDRT pada Anak, Pelajari Cara Penangananya, Jumat (14/10/2022).
Kemudian, lanjut Grace, ajak anak berbicara atau berdiskusi. Dalam diskusi tersebut, orang tua harus meminta pendapat anak akan kekerasan yang dilihat. Cara ini menurut Grace dapat mengukur dampaknya pada anak.
"Banyak orang tua berpikir anak masih kecil dan mereka tidak mengerti apa yang terjadi. Memang anak-anak itu pemahamannya berbeda dengan orang dewasa, tetapi bukan berarti dia tidak mengerti apa-apa. Jadi lebih baik ambil waktu setelahnya, kita dekati anak misalnya dengarkan pengalaman dia apa sih interpretasi dia terkait situasi itu," katanya.
Baca juga: Lesti Cabut Laporan KDRT, Polisi: Proses Hukum Tetap BerjalanSaat berdiskusi dengan anak, orang tua akan menemui interpretasi salah dari anak. Bila hal ini terjadi, peran orang tua di sini adalah menjelaskan dan mengambil langkah untuk anak ke depan.
"Usai mengetahui isi hati anak, baru kita bisa memutuskan ini akan dibawa ke mana, ke tahap profesional atau tidak terkait trauma yang dimiliki," pungkas Grace.
(est)