LANGIT7.ID, Jakarta - Ada waktu terbaik
salat Dhuha mengacu hadis dari Rasulullah SAW. Ibadah ini cukup dikerjakan 2 rakaat, namun hal terpenting merutinkannya setiap hari.
Ibadah yang ringan dikerjakan secara rutin tentunya lebih dicintai Allah SWT. Sebab hal tersebut merupakan bentuk konsistensi taat kepada Sang Rabb.
Keutamaan salat Dhuha diketahui untuk meminta rezeki. Padahal ibadah yang dikerjakan saat pagi hingga awal siang hari ini tujuannya mendekatkan diri ke Allah.
Baca Juga: Pengertian Sedekah untuk Tubuh dengan Sholat DhuhaSalat secara etimologi berarti doa. Namun secara terminologi, salat ialah ibadah yang dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam.
Terlepas dari jenis salat, baik itu fardhu maupun sunnah, hakikatnya ibadah ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lalu terkait salat Dhuha, berdasarkan hadist dari Zaid bin Arqam, dia melihat sekelompok orang melaksanakan shalat dhuha, lantas mengatakannya:
"Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "(Waktu terbaik) sholat awwabin (shalat dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari."
Hal yang perlu diketahui yakni saat matahari naik setelah satu tombak bayang-bayang hingga sebelum tergelincir atau sebelum istiwa (tepat di atas langit).
Pendakwah Ustadz Abdul Somad mengatakan, bila waktu syuruq pukul 06.00, tunggu lah sampai matahari setinggi tombak, baru lah boleh salat Dhuha.
"Dalam ilmu astronomi, matahari setinggi tombak itu memakan waktu 12-15 menit," kata dia dalam potongan ceramahnya dikutip Senin (17/10/2022).
Menurut dia, salat Dhuha ada baiknya dikerjakan di waktu tersebut yakni 06.15. "Karena saat matahari terbit itu waktunya setan datang," ujarnya.
(bal)