LANGIT7.ID - , Jakarta -
Osteoporosis merupakan penyakit ketika kepadatan tulang secara perlahan berkurang, sehingga
tulang menjadi lemah dan rentan akan fraktur (patah tulang). Penyakit ini dapat mengancam segala usia terutama
lansia.
Ketua Umum PEROSI (Perhimpunan Osteoporosis Indonesia), dr Bagus Putu Putra Surya mengatakan mencegah osteoporosis bisa dilakukan sejak dalam kandungan.
Caranya pun cenderung sederhana, yaitu dengan hidup sehat, mencukupkan kalsium dan
vitamin D, serta latihan fisik teratur sesuai usia.
Baca juga: 9 Khasiat Buah Tin, Perlancar Metabolisme Hingga Cegah Osteoporosis"Biasakan anak-anak untuk mengkonsumsi susu dan vitamin D yang baik. Karena pada usia muda kita harapkan pertumbuhan tulang jadi maksimal mencapai masa pulang puncak yang tinggi. Sehingga dia punya tabungan tulang begitu usianya tua, di mana tulangnya mulai turun maka tidak mengalami penurunan yang berat," ujar dr Bagus dalam seminar virtual Kemenkes, Kamis (20/10/2022).
"Jadi, pada usia muda, anak-anak, dan dewasa penting untuk menjaga supaya masa tulang puncaknya bisa mencapai dengan baik," lanjut dia.
Kemudian, dr Bagus berkata manusia berusia 50 tahun ke atas setiap harinya harus memenuhi kebutuhan kalsium 1000 mg dan vitamin D 600 IU, agar tulangnya tetap sehat.
"Hal itu bisa dipenuhi dengan makan makanan, seperti sayur, tahu, tempe,
kacang-kacangan dan buah-buahan, kaya akan vitamin D dan kalsium," ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan selain memenuhi asupan
nutrisi, melakukan aktivitas fisik seperti
berolahraga yang teratur juga sangat berpengaruh terhadap otot dan tulang.
Baca juga: Dikenal sebagai Silent Disease, Kenali Tanda dan Gejala dari Osteoporosis"Orang yang rajin berolahraga pasti tulangnya kuat dibandingkan orang yang jarang berolahraga. Anak-anak kita itu sekarang jarang sekali olahraga, mereka lebih banyak duduk main
game berjam-jam setiap hari. Saya yakin tulangnya itu tidak sehat. Nah ini bagaimana ibu dan bapak yang bertugas di pendidikan dasar membiasakan anak-anak mulai
beraktivitas fisik teratur dan orang dewasa juga," pungkasnya.
(est)