LANGIT7.ID - Penunjuk
arah kiblat menjadi salah satu alat penting bagi masyarakat muslim. Alat tersebut berfungsi menentukan arah shalat seorang muslim di berbagai negara.
Saat ini, mencari tahu
arah kiblat tidak perlu repot lagi. Umat Islam sudah terbantu dengan kecanggihan teknologi. Namun, bagaimana cara umat Islam terdahulu menentukan arah kiblat?
Astronom muslim klasik ternyata memiliki alat penunjuk arah kiblat. Tidak sekadar alat biasa, namun ada unsur seni yang memanjakan mata saat melihatnya. Berikut ini penunjuk arah kiblat zaman dahulu:
1. Penunjuk Arah Kiblat Abad ke-15, Mesir

Di Mesir ditemukan Jam Matahari Horizontal yang berfungsi sebagai penunjuk arah kiblat. Alat tersebut diperkirakan dibuat pada 1582-1583 M/990 H. Jam yang bisa dilihat di British Museum ini dibuat untuk garis lintang Istanbul.
Baca Juga: Assalaam Satu-satunya Pesantren Miliki Observatorium, Ini Sejarahnya
Jam ini berbentuk lingkaran seperti uang koin. Terdapat gambar ka’bah di titik tengah dilengkapi sebuah jarum yang mengarah ke kompas. Alat ini terlihat estetik dengan kombinasi warna putih, coklat, dan hitam serta dilengkapi tulisan Arab di pinggir lingkaran. Semua petunjuk dalam alat ini juga ditulis dalam bahasa Arab.
2. Pencari Kiblat abad ke-19, Turki

Pencari kiblat ini berbentuk kotak persegi panjang dengan berwarna coklat. Bagian dalam kotak terdapat kompas dan kompas naik ke dua belas arah, dibagi menjadi beberapa derajat dengan pemandangan Masjid Al-Aqsa.
Alat yang dicat medali ini dibuat khusus untuk Madinah. Di bagian penutup terdapat ukuran Masjid Haram dalam lingkaran bulat lonjong. Di sisi atas lingkaran tersebut terdapat motif bertulis kalimat syahadat. Sedangkan, penunjuk arah kiblat dilapisi kaca, sehingga mirip jam tangan era modern.
3. Pencari Kiblat yang Dibuat Antara Abad ke-18 dan ke-19

Alat pencari kiblat yang satu ini dibuat kemungkinan abad ke-18 dan abad ke-19. Alat ini juga menggunakan sistem buka tutup, namun tidak saling terhubung dengan dengan engsel, sehingga penutup dan penunjuk bisa dipisah.
Alat ini terbuat dari kayu yang dicat dengan lacquer dan perlengkapan logam. Di bagian penunjuk arah dilengkapi kompas bagian atas dilengkapi peta.
Sedangkan, penutup dilengkapi ukuran Masjidil Haram di separuh lingkaran. Bagian bawah lingkaran terdapat tulisan berbahasa Arab yang menambah aura seni alat tersebut.
4. Pencari Kiblat Abad ke-19, Turki

Alat pencari kiblat yang dibuat pada abad ke-19 ini berbentuk koin dengan sistem buka tutup. Bagian bawah menggambarkan Ka'bah dikelilingi oleh nama-nama berbagai kota.
Bagian dalam tutup dengan pemandangan Mekah yang lebih besar.Jarum pada alat ini dibuat seperti tiang dengan pengikat tali, sehingga berdiri saat dibuka.
Baca Juga: Visi Peradaban Ponpes Assalaam Dirikan Observatorium dan Planetarium
Alat ini terlihat makin indah dengan motif bunga berwarna di luar lingkaran ka’bah. Lalu, Masjidil Haram dilukis menyerupai bentuk Masjidil Haram pada masa itu.
5. Pencari Kiblat Abad ke-19, India

Pencari kiblat Mughal yang dibuat pada abad ke-19 asal India terlihat sangat sederhana. Terlihat kecil dengan pemandangan Masjidil Haram bagian dalam penutup.
Menariknya, gambar ka’bah dilukis dari arah depan sehingga terlihat seperti berada di dalam masjid. Tidak seperti alat-alat sebelumnya yang menampilkan Masjidil Haram dari atas.
Baca Juga: Kiblat dan Matahari Terbit, Orientasi Utama Tentukan Arah Rumah
Bagian alas dilengkapi dengan kompas dengan jarum baja serta ditutup menggunakan kaca. Penunjuk arah berwarna putih kecoklatan ini terlihat semakin estetik dengan tulisan Arab di bagian bawah jarum.
6. Pencari Kiblat Abad ke-19, Iran

Indikator kiblat dan jam matahari pernis Persia ini dibuat pada abad ke-19. Bentuknya melingkar, tutup dan interior dibuat dengan pola motif bunga.
Pada bagian titik tengah alat ini terdapat gambar ka’bah. Dilengkapi jarum penunjuk yang dikelilingi motif tulisan Arab. Sisi luar alat berwarna coklat dihiasi motif daun mengelilingi lingkaran.
7. Pencari Kiblat, abad ke-19, Turki

Pencari kiblat yang dibuat pada abad ke-19 ini berbentuk bundar berwarna coklat. Bagian dalam alas menggambarkan Ka'bah, sedangkan bagian dalam tutup dengan pemandangan Mekah yang lebih besar.
(jqf)