LANGIT7.ID, Jombang - Pengasuh Pondok Pesantren Salafiah Seblak, Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Halim Mahfudz, mengatakan, santri memiliki peran besar membawa semangat Sumpah Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hari Santri Nasional yang jatuh 22 Oktober berdekatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Masing-masing peringatan tersebut memiliki sejarah penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Hari Sumpah Pemuda yang berdekatan dengan Hari Santri sejatinya pesannya jelas, yakni para santri ataupun generasi muda harus memegang teguh mengenai kesatuan, persatuan, dan ideologi negara,” kata pria yang akrab disapa Gus Alim melalui rilis BNPT, Kamis (27/10/2022).
Baca Juga: Pesantren Masyarakat Merapi-Merbabu, Didirikan Relawan untuk Dakwah Jangka Panjang
Gus Alim menuturukan, pemuda harus mampu memegang teguh persatuan. Terlebih saat ini pemuda hidup di era informasi dan komunikasi yang cepat dan deras. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemuda, jika tidak memiliki bekal komitmen kebangsaan yang cukup.
“Pemuda di era sekarang itu hidup dalam era yang berat, informasi itu bisa jadi tabrakan satu dengan yang lain. Kalau pemuda itu sendiri tidak memiliki bekal, tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi informasi semasa itu, tentunya dia bisa bingung,” kata Gus Alim.
Dalam Qanun Asasi KH Hasyim Asy’ari, poin yang diutamakan adalah persatuan. Ini yang perlu menjadi pondasi atau pegangan bagi kaum pemuda, khususnya santri dalam perannya menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Baca Juga: Legislator Sebut Santri Simbol Perlawanan terhadap Penjajah
“Jadi, anak muda ya harus tetap berpegang pada itu. Termasuk di antaranya kalau Qanun Asasi itu persatuan. Pancasila semangat persatuan. Sama dengan Islam menganggap bahwa persatuan antarsesama itu sangat penting,” ujar Gus Alim.
Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komen Pol Boy Rafli Amar, mengatakan, para santri telah terbukti memberikan manfaat kepada bangsa dan negara. Mereka memiliki peranan penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Sebagaimana kita pahami bersama santri, ulama dan pesantren telah memberikan sumbangsih besar tidak hanya mengisi kemerdekaan, tetapi juga dalam perebutan kemerdekaan bangsa ini,” kata Boy Rafli.
(jqf)