Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home masjid detail berita

Kandungan Surat Al-Ashr: Muslim Harus Adaptif dengan Perkembangan Zaman

Andi Muhammad Jum'at, 28 Oktober 2022 - 16:15 WIB
Kandungan Surat Al-Ashr: Muslim Harus Adaptif dengan Perkembangan Zaman
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Surat Al-Ashr merupakan surat pendek yang memiliki makna mendalam. Makna utama dari surah ke-103 dalam Al Quran ini adalah ajakan agar umat Islam selalu aktual dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan tempat.

Berikut firman Allah dalam surat Al-Ashr:

وَالۡعَصۡرِۙا . اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ . ِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ

Artinya: Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

“Al-Ashr itu bisa disebut sebut ayat modernitas, ayat kemodernan, yang menghadirkan iman dan amal salih untuk kehidupan dan peradaban yang bukan hanya sesuai tuntutan zaman tapi mewarnai zaman, bahkan mengarahkan zaman,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir dikutip laman Muhammadiyah, Jumat (28/10/2022).

Baca Juga: Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

Haedar menjelaskan, dengan kandungan dan makna surat Al-Ashr ini, Rasulullah mengubah bangsa Arab yang sebelumnya penyembah berhala menjadi umat Islam yang memurnikan tauhid. Tak hanya itu, namun turut membangun tatanan sosial kebangsaan yang berkeadaban mulia.

“23 tahun di zaman Nabi menghasilkan Al-Madinah al-Munawwarah dan berabad-abad lamanya menghasilkan peradaban yang tinggi, peradaban Islam yang kosmopolitan, di saat Barat tertidur lelap dalam kegelapan budaya dan peradaban,” jelasnya.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini pun menyebut bahwa iqra merupakan wahyu pertama untuk membangun peradaban. Menurut para mufasir, iqra diturunkan bukan sekadar dibaca secara verbal saja, namun juga berbagai aktivitas akal pikiran dan kajian keilmuan.

“Iqra punya fondasi pada nilai-nilai dan perspektif ilahi, iqra yang profetik, iqra yang bersifat kenabian, bukan sembarang ‘baca’. Dengan ini, kita harus menampilkan Islam sebagai din al-hadlarah (agama peradaban),” ujarnya.

Baca Juga: Tafsir Surat Al-Muminun Ayat 2: Makna Redaksi Khusyuk dalam Salat

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)