LANGIT7.ID, Jakarta - Surat Al-Ashr merupakan surat pendek yang memiliki makna mendalam. Makna utama dari surah ke-103 dalam Al Quran ini adalah ajakan agar umat Islam selalu aktual dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan tempat.
Berikut firman Allah dalam surat Al-Ashr:
وَالۡعَصۡرِۙا . اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ . ِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ
Artinya: Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
“Al-Ashr itu bisa disebut sebut ayat modernitas, ayat kemodernan, yang menghadirkan iman dan amal salih untuk kehidupan dan peradaban yang bukan hanya sesuai tuntutan zaman tapi mewarnai zaman, bahkan mengarahkan zaman,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir dikutip laman Muhammadiyah, Jumat (28/10/2022).
Baca Juga: Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas MuslimHaedar menjelaskan, dengan kandungan dan makna surat Al-Ashr ini, Rasulullah mengubah bangsa Arab yang sebelumnya penyembah berhala menjadi umat Islam yang memurnikan tauhid. Tak hanya itu, namun turut membangun tatanan sosial kebangsaan yang berkeadaban mulia.
“23 tahun di zaman Nabi menghasilkan
Al-Madinah al-Munawwarah dan berabad-abad lamanya menghasilkan peradaban yang tinggi, peradaban Islam yang kosmopolitan, di saat Barat tertidur lelap dalam kegelapan budaya dan peradaban,” jelasnya.
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini pun menyebut bahwa iqra merupakan wahyu pertama untuk membangun peradaban. Menurut para mufasir, iqra diturunkan bukan sekadar dibaca secara verbal saja, namun juga berbagai aktivitas akal pikiran dan kajian keilmuan.
“Iqra punya fondasi pada nilai-nilai dan perspektif ilahi, iqra yang profetik, iqra yang bersifat kenabian, bukan sembarang ‘baca’. Dengan ini, kita harus menampilkan Islam sebagai
din al-hadlarah (agama peradaban),” ujarnya.
Baca Juga: Tafsir Surat Al-Muminun Ayat 2: Makna Redaksi Khusyuk dalam Salat(zhd)