LANGIT7.ID, Jakarta -
Santri memiliki kiprah di berbagai lini kehidupan. Itu menginspirasi
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Islam Nusantara Center (INC) menggelar penganugerahan Santri of The Year 2022. Penganugerahan itu diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi kaum santri untuk terus mewarnai pembangunan bangsa Indonesia.
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, menilai pesantren semakin terlihat di berbagai lini kehidupan masyarakat. Peran ini semakin terlihat sejak era reformasi.
Dewasa ini banyak santri yang berkiprah di pemerintahan sebagai kepala daerah, menteri, hingga wakil presiden. Bahkan, sudah ada santri yang sudah menjadi presiden yakni KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Baca Juga: Santri Harus Paham Keislaman, Kebangsaan, dan Keindonesiaan
“Ada santri yang menjadi rektor perguruan tinggi, ada yang menjadi dokter, wakil ketua MPR, wakil ketua DPR, banyak yang jadi kepala daerah. Mudah-mudahan 2024 ada santri yang menjadi presiden seperti Gus Dur,” kata Fawaid dalam penganugerahan Santri of The Year 2022 di Komplek Parlemen, Jakarta, Ahad (30/10/2022).
Dia mengatakan, Indonesia merupakan ‘rumah besar’ bagi para santri. Kiprah santri semakin tersebar luas serta kapasitas mereka diakui di berbagai bidang kehidupan.
Ada banyak bukti santri tidak hanya berkiprah di bidang keagamaan saja. Jika di era kemerdekaan, santri berjuang melawan penjajah, namun sekarang berjuang melalui teknologi dan berbagai peran untuk mengisi kemerdekaan.
“Negara Indonesia mayoritas dihuni para santri dan juga dilahirkan oleh santri, karena itu, hari ini santri dituntut perannya untuk kemajuan bangsa, untuk mengisi kemerdekaan dan kemajuan bangsa,” ujar Fawaid.
Baca Juga: Peringati Hari Santri, Fraksi PKS Gelar Lomba Baca Kitab Kuning
Sejumlah tokoh dan pesantren terpilih sebagai Santri of The Year 2022 di berbagai bidang. Dalam kategori seni dan budaya, penghargaan diraih oleh Badrus Shaleh atau Raedu Basha dari Puisi, Madura.
Di bidang dakwah diraih KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dari Rembang, Jawa Tengah. Di bidang Pendidikan diraih Prof TGH Masnun Tahir dari UIN Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di bidang wirausaha diraih Sujatmiko yang merupakan ahli konstruksi. Di bidang kepemimpinan dalam pemerintahan nasional diraih Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.
Bidang kepemimpinan dalam pemerintahan provinsi diraih Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Bidang kepemimpinan dalam pemerintahan kabupaten/wali kota diraih Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah.
Baca Juga: Santri Diharapkan Mewarisi Semangat Perjuangan Santri Terdahulu
Sementara, kategori Pesantren Salaf Inspiratif diraih Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Kategori Pesantren Modern diraih Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara.
Kategori Pesantren Entrepreneur diraih Pondok Pesantren ISC Aswaja Lintang Songo, Bantul, Yogyakarta. Kategori Pesantren Takhasus diraih Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta.
Ada pula kategori Pahlawan Santri yang diraih ulama besar internasional Syekh Nawawi al-Bantani al-Jawi dari Tanara, banten. Kategori Santri Mengabdi Sepanjang Hayat diraih KH Dimyati Rois dari Kendal, Jawa Tengah.
(jqf)