LANGIT7.ID, Jakarta - Progres pembangungan
kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mendekati 80 persen dengan progres investasi mencapai 90,60 persen.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan untuk 10 persen terakhir terkait dengan investment progress memang membutuhkan dukungan pembiayaan baru yang saat ini sedang diusahakan baik melalui permodalan maupun pinjaman dari China Development Bank (CDB).
"Panjang proyek kereta cepat sudah mencapai 142,3 km, di mana secara fisik sudah terhubung utuh dari ujung ke ujung, dari Halim sampai dengan Tegalluar baik secara elevated, subgrade, maupun yang di terowongan," ujar Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmojo dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (1/11/2022).
Baca juga: Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung Dinilai Sulit Balik ModalMenurut Kartika atau biasa disapa Tiko, seluruh bagian
subgrade dan terowongan yang semula merupakan tantangan telah diselesaikan.
Pada Januari 2023 diharapkan penyelesaian subgrade dan terowongan tuntas, kemudian akan dilakukan berbagai macam uji coba atau testing.
"Jadi kita harapkan mulai dari instalasi rel selesai secara utuh sampai dengan operasional, mudah-mudahan dalam tiga bulan bisa kita siapkan sehingga Juni atau Juli 2023 sudah bisa beroperasi secara komersial," kata Tiko.
Saat ini tantangan yang cukup menantang adalah penyelesaian stasiun, terutama Stasiun Padalarang karena stasiun ini merupakan tambahan.
Baca juga: Jokowi Berharap Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Uji Coba Akhir 2022"Dengan stasiun Padalarang maka akses menuju Kota Bandung lebih mudah. Nanti kita akan lakukan
feeder system ke dalam Kota Bandung di mana total waktu perjalanan dari Halim ke Padalarang sekitar 36 menit, dan tambahan menuju Kota Bandung sekitar 15 menit," ujarnya seperti dilansir Antara.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakinkan bahwa
kereta cepat Jakarta-Bandung akan rampung dan mulai beroperasi pada pertengahan 2023.
(sof)